PT Gendhis Multi Manis (GMM) memastikan penyampaian aspirasi petani tebu di Kabupaten Blora berjalan kondusif. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menghargai hak masyarakat dalam menyuarakan pendapat secara terbuka.

GMM secara aktif menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan asosiasi petani. Langkah ini bertujuan menjaga tata niaga gula nasional tetap stabil.

>>> Pajak 0% untuk DHE SDA yang Mengendap di Dalam Negeri Resmi Berlaku

Dialog Terbuka sebagai Solusi Utama

GMM memilih pendekatan dialog dalam merespons masukan dari masyarakat. Perusahaan berupaya menciptakan ruang komunikasi yang konstruktif untuk menemukan solusi atas kendala yang dihadapi petani.

Plt Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, menyatakan pihaknya sangat memahami harapan para petani. Tim khusus di lapangan telah disiagakan untuk mendokumentasikan setiap aspirasi yang masuk.

Langkah konkret PT GMM dalam menangani aspirasi petani meliputi: membentuk tim koordinasi lapangan, melakukan pendataan wilayah, memfasilitasi pengalihan pengiriman tebu ke pabrik gula lain, dan menjalin koordinasi rutin dengan Perum Bulog serta pemerintah pusat.

Melalui upaya tersebut, PT GMM berharap distribusi tebu milik petani tetap berjalan lancar. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan hasil panen petani terserap oleh pasar.

Upaya Penyerapan Tebu Petani

Saat ini, pabrik gula milik PT GMM belum bisa beroperasi maksimal karena kendala teknis pada mesin.

Untuk mengantisipasi kerugian petani, perusahaan mengambil inisiatif mengalihkan pengiriman tebu ke mitra pabrik lain.

Emilia menambahkan bahwa proses evaluasi dan tata kelola perusahaan tetap mengacu pada standar BUMN di bawah naungan Perum Bulog.

>>> Film People Pleaser Siap Tayang 2026, Soroti Fenomena Sulit Menolak yang Banyak Dialami Masyarakat