Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Tegaskan Gol dari Pelanggaran Resmi Tidak Sah
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi memperkenalkan sejumlah pembaruan aturan pertandingan untuk Piala Dunia 2026. Langkah ini bertujuan menjaga integritas permainan dan memastikan keadilan bagi setiap tim.
Salah satu poin utama adalah pemberian wewenang penuh kepada wasit untuk membatalkan gol yang diawali oleh pelanggaran sebelum bola dimainkan.
>>> Indonesia Raih Perak di Kejuaraan Dunia Sepak Bola 7x7 2026
Aturan ini menyasar insiden yang sering terjadi dalam situasi bola mati, seperti kontak fisik ilegal oleh pemain penyerang.
Transformasi Aturan FIFA
Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa perubahan ini penting demi sportivitas sepak bola modern.
Ia menyatakan bahwa gol yang lahir dari skema yang diawali pelanggaran tidak bisa dibenarkan secara etika olahraga.
"Kami memiliki keyakinan kuat bahwa gol semacam itu tidak pantas untuk disahkan.
Hal ini benar-benar tidak adil bagi tim yang sedang bertahan," ujar Collina sebagaimana dikutip dari The Telegraph pada Senin (1/6).
Collina juga menyoroti fenomena di Liga Inggris yang mulai merambah ke pertandingan internasional. Ia memberikan contoh taktik fisik berlebihan dalam situasi tendangan sudut yang sering merugikan lawan.
Sorotan terhadap Insiden di Laga Internasional
Collina menyinggung insiden dalam laga persahabatan antara Timnas Inggris melawan Uruguay.
Saat itu, gelandang Adam Wharton terlihat menghalangi bek Uruguay, Jose Maria Gimenez, dengan cara yang dianggap melampaui batas.
Aksi tersebut terjadi sesaat sebelum bola mati dieksekusi dalam situasi sepak pojok yang kemudian membuahkan gol bagi Inggris.
Menurut Collina, tindakan tersebut memberikan keuntungan tidak sah sehingga gol Ben White seharusnya dianulir.
FIFA kini telah mendapatkan lampu hijau untuk menerapkan regulasi baru tersebut secara luas. Regulasi ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).
Update Terbaru
Risiko Penjaminan Produktif 2026 Meningkat, Industri Wajib Mitigasi Segera
Selasa / 02-06-2026, 05:49 WIB
6 Catatan Penting Pengusaha soal Ekspor Sawit-Batu Bara via DSI Terbaru 2026
Selasa / 02-06-2026, 05:49 WIB
Tambang Ilegal Marak, Opsen Pajak MBLB Sumut 2026 Terhambat Masuk Kas Negara
Selasa / 02-06-2026, 05:49 WIB
Acer Luncurkan Tiga Tablet Iconia Duo, Siap Saingi Samsung dan iPad
Selasa / 02-06-2026, 05:45 WIB
Gaji ke-13 ASN 2026 Resmi Cair Juni, Ini Rincian Besaran dan Syarat Terbaru
Selasa / 02-06-2026, 05:44 WIB
75 Nama Bayi Laki-Laki Awalan A Modern 3 Kata Terbaru 2026
Selasa / 02-06-2026, 05:44 WIB
Oppo Enco Air 5s Resmi Meluncur, TWS Ringan dengan ANC yang Banyak Dicari
Selasa / 02-06-2026, 05:39 WIB
Suzuki Landy Facelift Hadir dengan 8 Kursi dan Tampilan Lebih Agresif
Selasa / 02-06-2026, 05:29 WIB
KAI Kebut Proyek Peron Stasiun Bogor, Target Beroperasi Maret 2026
Selasa / 02-06-2026, 05:29 WIB
Strategi Bangun Keamanan Finansial Gen Z dan Milenial 2026, Aman dan Tanpa Ribet
Selasa / 02-06-2026, 05:24 WIB
Prudential Ungkap Dampak Volatilitas Pasar pada Unitlink Saham 2026
Selasa / 02-06-2026, 05:24 WIB
Kejaksaan RI Ingatkan Mitigasi Kecurangan SPMB 2026, Pastikan Seleksi Aman dan Resmi
Selasa / 02-06-2026, 05:24 WIB
Wuthering Waves Versi 1.3 Rilis 30 April, Dapatkan 40 Free Pull Resmi
Selasa / 02-06-2026, 05:21 WIB
Kesaksian Raffi Ahmad Saat Wukuf di Arafah 2026: Menggetarkan dan Banyak Dicari
Selasa / 02-06-2026, 05:21 WIB






