Wasit akan lebih proaktif mengawasi pemain yang berpura-pura cedera untuk memutus ritme lawan. Jika terjadi pelanggaran sebelum bola dimainkan, situasi bola mati wajib diulang.

Kebijakan ini terealisasi setelah FIFA mendapat lampu hijau dari International Football Association Board (IFAB). IFAB sepakat mempercepat implementasi aturan untuk meredam protes di liga Eropa.

Evaluasi melalui rekaman video difokuskan pada benturan fisik yang berdampak langsung terhadap gol atau penalti. Sistem ini memaksa tim kembali ke permainan bersih tanpa trik provokasi.

FIFA juga menargetkan pemberantasan taktik manipulasi durasi pertandingan. Pemain yang sengaja pura-pura cedera kini masuk dalam pengawasan ketat.

Strategi mengulur waktu sering dimanfaatkan pelatih untuk menyisipkan instruksi taktis. FIFA menilai kebiasaan ini merugikan tim yang sedang menguasai permainan.

Aturan ini telah disosialisasikan secara tertutup kepada 48 pelatih tim peserta Piala Dunia 2026. Wasit diperintahkan bertindak lebih tegas dan proaktif saat memimpin laga.

Latar belakang pengetatan regulasi berakar dari kontroversi pengesahan gol di Premier League. Salah satu pemicunya adalah dianulirnya gol West Ham akibat kontak fisik terhadap kiper Arsenal, David Raya.

>>> FIFA Resmi Ucapkan Selamat ke Persib atas Hattrick Juara BRI Super League 2025/2026

Ketidakpastian hukum di lapangan mendorong FIFA mengambil alih standardisasi penilaian. Modifikasi regulasi diharapkan meminimalisasi perdebatan pascapertandingan.