FIFA secara resmi memperluas wewenang Video Assistant Referee (VAR) untuk memberantas taktik curang dalam situasi bola mati.

Peraturan baru ini akan mulai diterapkan pada putaran final Piala Dunia 2026.

>>> Hasil Piala AFF U19 2026: Vietnam Libas Timor Leste, Ancaman Nyata Bagi Indonesia

Langkah ini diambil untuk menghentikan tren strategi blokir fisik pemain yang marak di Liga Inggris. FIFA menilai tindakan menghalangi lawan secara ilegal sebelum bola bergulir sebagai kecurangan.

Wasit kini memiliki otoritas penuh untuk membatalkan gol yang tercipta dari pelanggaran awal tersebut. Taktik manipulatif yang merugikan pertahanan tim tidak akan lolos dari pengawasan VAR.

Alasan Penerapan Aturan Baru

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa pembiaran terhadap insiden semacam itu mencederai sportivitas. Gol yang lahir dari cara tidak jujur tidak bisa dibenarkan.

Aturan ini bertujuan menghilangkan taktik blokir fisik yang menghambat pergerakan lawan di kotak penalti.

Selain itu, aturan ini mengembalikan keadilan bagi tim yang bertahan saat tendangan sudut atau bebas.

FIFA juga ingin menstandardisasi penilaian wasit agar tidak terjadi perbedaan keputusan di berbagai liga. Setiap gol harus lahir dari skema permainan yang bersih dan taktis.

Kekhawatiran FIFA memuncak setelah mengamati laga uji coba antara Inggris melawan Uruguay. Gelandang Inggris melakukan pergerakan ilegal untuk membuka ruang tembak bagi eksekutor.

Collina menilai gol yang dilesakkan Ben White dalam pertandingan tersebut seharusnya tidak pernah tercatat. Pola permainan destruktif ini merusak keindahan skema bola mati.

>>> Jadwal dan Link Live Streaming Resmi F1 GP Austria 2026, Nonton Terbaru Tanpa Ribet di Sini!

Mekanisme Intervensi VAR

VAR akan memberikan rekomendasi kepada wasit untuk meninjau monitor jika ada hambatan fisik ilegal. Gol akan otomatis dianulir jika terbukti ada pelanggaran sebelum sepak pojok.