BRIN Kembangkan Susu Bubuk Sarang Burung Walet, Kaya Mineral dan Bernilai Tinggi
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan inovasi terbaru berupa susu bubuk yang diperkaya dengan lisat sarang burung walet.
Teknologi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus menyediakan pangan fungsional bergizi tinggi.
>>> 5 Rekomendasi Smart TV 32 Inch Terbaik 2026 Harga 2 Jutaan yang Banyak Dicari
Proses Produksi dan Teknologi
Pembuatan susu fungsional ini diawali dengan hidrolisis enzimatis sarang burung walet untuk menghasilkan lisat yang mudah diserap tubuh.
Lisat kemudian dicampur dengan susu sapi segar melalui proses homogenisasi agar tercampur sempurna.
Selanjutnya, campuran diubah menjadi bubuk menggunakan teknik spray drying. Metode ini menjaga kualitas nutrisi dan memperpanjang masa simpan produk.
Inovasi ini telah didaftarkan sebagai paten dengan nomor P0020250413 sebagai bentuk perlindungan kekayaan intelektual.
>>> Persib Juara Liga 1 2026, Netizen Ramai Ucapkan Hatur Nuhun
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kesehatan
Penambahan lisat sarang burung walet meningkatkan kadar asam amino esensial dalam susu. Produk ini juga kaya mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
- Mineral makro: kalsium, fosfor, kalium, magnesium untuk kekuatan tulang dan gigi.
- Mineral mikro: zat besi, seng, tembaga, selenium untuk sistem imun dan metabolisme.
- Antioksidan: melindungi sel dari radikal bebas.
Kombinasi nutrisi ini menjadikan susu bubuk sebagai pendukung kesehatan jangka panjang, bukan sekadar minuman biasa.
Potensi Ekonomi dan Industri
BRIN melihat peluang besar bagi industri pengolahan susu dan UMKM untuk mengadopsi teknologi ini. Diversifikasi produk berbasis bahan lokal diharapkan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Inovasi ini meningkatkan harga jual sarang burung walet melalui produk olahan kreatif. Selain itu, menyediakan sumber pangan fungsional kaya mineral dan antioksidan bagi masyarakat.
>>> Cara Cek Bansos Mei 2026: Panduan Resmi PKH Tahap 2 dan BPNT Cair Cepat ke Rekening
Langkah ini juga mendorong kemandirian bahan baku nasional dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam sendiri. Dengan demikian, posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar produk berbasis walet semakin kokoh.
Update Terbaru
Hindari Potong Jalur Sembarangan di Jalan Tol untuk Cegah Tabrakan Beruntun
Selasa / 02-06-2026, 07:19 WIB
Cara Cek Bansos 2026 Lewat HP, Praktis dan Cepat Cair
Selasa / 02-06-2026, 07:19 WIB
60 Nama Bayi Perempuan Bulan Muharram 3 Kata Terbaru 2026, Penuh Makna dan Doa
Selasa / 02-06-2026, 07:19 WIB
Penjualan Mobil Listrik April 2026 Melonjak 40 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi
Selasa / 02-06-2026, 07:14 WIB
7 Cara Ternak Lele di Bak Plastik untuk Pemula, Panen Melimpah di Lahan Sempit 2026
Selasa / 02-06-2026, 07:14 WIB
Terpopuler: Baterai Realme C100i Awet 6 Tahun dan Top 3 HP Kamera Terbaik 2026
Selasa / 02-06-2026, 07:14 WIB
Ahli Astrologi Vinaybajrangi Ungkap Dinamika Gemini dan Cancer 2 Juni 2026
Selasa / 02-06-2026, 07:09 WIB
Struktur Ekonomi Indonesia 2026: Strategi Baru Hadapi Kontestasi Geoekonomi Global
Selasa / 02-06-2026, 07:09 WIB
Penjualan Toyota Kembali Merosot di 2026, Dua Pasar Utama Ini Jadi Pemicunya
Selasa / 02-06-2026, 07:09 WIB
Ilmuwan Temukan Kompas Internal pada Hati Burung Merpati
Selasa / 02-06-2026, 07:04 WIB
Aturan SPMB Jakarta 2026: Hanya Sertifikat Lomba Ini yang Resmi Diakui Berbobot Prestasi
Selasa / 02-06-2026, 07:04 WIB
Viral Gebby Vesta Diduga Diperas Sopir Taksi di Bali, Publik Heboh
Selasa / 02-06-2026, 07:04 WIB
Perusahaan Penagihan Utang di AS Mulai Gunakan Bot AI untuk Telepon Nasabah
Selasa / 02-06-2026, 06:59 WIB
Investasi Tembus Rp2.430 T, Teddy Beberkan 7 Hasil Diplomasi Prabowo
Selasa / 02-06-2026, 06:59 WIB






