Biaya kuliah yang terus meningkat sering menjadi hambatan bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Hal ini terutama dirasakan calon mahasiswa yang tidak memenuhi syarat penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah namun memiliki keterbatasan ekonomi.

>>> 56 Kode Redeem FF Max 1 Juni 2026: Klaim Skin SG2 dan Bundel Eclipse

Wacana pinjaman pendidikan atau student loan sempat mencuat sebagai alternatif pendanaan. Namun, pemerintah memberikan tanggapan tegas terkait skema tersebut.

Pemerintah Prioritaskan Beasiswa, Bukan Pinjaman

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa pemerintah masih lebih memprioritaskan beasiswa dibandingkan student loan.

Menurutnya, konsep beasiswa lebih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

Brian khawatir penerapan pinjaman justru menimbulkan salah tafsir di masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4/2026).

Alternatif Pendanaan dari Filantropi dan Kampus

Pemerintah tidak bergerak sendiri dalam memastikan akses pendidikan tetap terbuka. Kementerian kini merangkul berbagai pihak filantropi untuk ikut mendanai pendidikan mahasiswa.

Beberapa pengusaha filantropi di tanah air telah menunjukkan minat membentuk asosiasi khusus yang fokus pada pemberian beasiswa.

Melalui wadah ini, mereka diharapkan dapat memberikan bantuan dana pendidikan secara berkelanjutan.

Selain itu, setiap perguruan tinggi didorong memberikan solusi mandiri bagi mahasiswa yang terkendala biaya. Skema ini khusus bagi mereka yang gagal mendapatkan KIP Kuliah namun membutuhkan bantuan dana.

Brian mencontohkan kondisi orang tua mahasiswa yang memiliki gaji sedikit di atas syarat KIP Kuliah namun berat karena banyak tanggungan.

Dalam kasus ini, kampus diharapkan memberikan potongan biaya pendidikan atau beasiswa parsial.