Formula One (F1) mengalami pergeseran besar dalam basis penggemarnya.

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa perempuan, khususnya Generasi Z, menjadi pendorong utama lonjakan popularitas ajang balap jet darat ini.

>>> Sumardji Ungkap Kondisi Mees Hilgers: Cedera ACL, Antusias Pulih demi Timnas

F1 Group merilis hasil survei yang melibatkan lebih dari 100 ribu responden dari 186 negara. Data menunjukkan tiga dari empat penggemar baru F1 pada tahun 2025 adalah perempuan.

Lebih dari separuh responden perempuan berasal dari Generasi Z. Sebanyak 94 persen responden berniat terus mengikuti F1 hingga lima tahun ke depan.

Sekitar 90 persen penggemar memiliki ikatan emosional mendalam terhadap hasil balapan. Mayoritas (61 persen) mengakses konten F1 setiap hari melalui media sosial, terutama TikTok.

Temuan ini mematahkan anggapan bahwa olahraga otomotif hanya menarik bagi pria. F1 sempat dianggap membosankan pada periode 2010-2020 karena dominasi satu tim dan pembalap.

>>> 4 iPhone Harga Rp3 Juta yang Masih Layak Pakai di 2026, Banyak Dicari!

Strategi komunikasi yang lebih terbuka dan modern berhasil mengubah persepsi tersebut. CEO Formula One, Stefano Domenicali, menyambut positif hasil studi ini.

“Studi ini membuktikan bahwa penggemar semakin giat mengikuti F1 karena beragam cerita menarik,” ujar Domenicali.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan langsung dalam ekosistem olahraga membuat banyak orang menjadi penggemar setia.

Domenicali juga menekankan pentingnya integrasi budaya populer melalui platform digital. “Olahraga ini sudah menjadi bagian dari budaya saat ini melalui streaming dan media sosial,” pungkasnya.

>>> Linus Torvalds Kewalahan dengan Laporan Bug Berbasis AI

Dengan strategi ini, F1 optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan merangkul lebih banyak kalangan di masa depan.