Peluang Besar di Pasar Timur Tengah

Bagi Indonesia, Arab Saudi bukan sekadar tujuan ekspor biasa, melainkan pasar yang memiliki nilai strategis sangat tinggi untuk pengembangan produk kelautan nasional.

Ishartini mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada puluhan perusahaan perikanan dari tanah air yang telah mengantongi izin resmi untuk mengirimkan produk mereka ke sana.

Potensi utama pasar Arab Saudi bagi industri perikanan nasional mencakup beberapa poin berikut:

  • Kebutuhan konsumsi harian warga lokal Arab Saudi yang terus meningkat setiap tahunnya.
  • Permintaan besar dari sektor katering untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jutaan jemaah haji dan umroh dari seluruh dunia.
  • Keberadaan 63 perusahaan perikanan Indonesia yang saat ini sudah terdaftar dan mendapatkan izin resmi dari SFDA.
  • Peningkatan daya saing produk laut Indonesia di kawasan Timur Tengah pasca dicabutnya status moratorium.

Kehadiran produk perikanan Indonesia di Arab Saudi diharapkan mampu bersaing lebih kompetitif dengan dukungan regulasi yang semakin jelas dan transparan.

>>> Pelaporan SPT 2026 Tembus 13,59 Juta, Mayoritas Wajib Pajak Orang Pribadi Terbukti Taat

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan komitmen KKP dalam menjaga kualitas produk.

KKP bertindak sebagai otoritas kompeten yang bertanggung jawab penuh dalam menjamin keamanan pangan dari sektor hulu hingga ke hilir.

Pengawasan ketat mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari aktivitas tangkap dan budidaya, pemasok, unit pengolahan ikan, hingga ke tangan para eksportir.

Langkah-langkah tersebut dilakukan secara konsisten agar produk perikanan asal Indonesia bisa menjadi juara dan mendominasi pasar global secara berkelanjutan.

Pemulihan Ekspor ke Amerika Serikat

Selain keberhasilan di Timur Tengah, KKP juga membawa kabar positif terkait pengakuan sistem standar mutu udang Indonesia oleh otoritas kesehatan Amerika Serikat.