Data tersebut menggambarkan modal strategis yang dimiliki Indonesia untuk memperkuat industri obat bahan alam. Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan produk tersebut memenuhi standar mutu internasional.

Jamu harus mampu "naik kelas" menjadi produk yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki kualitas modern. Dengan begitu, jamu dapat bersaing dengan produk farmasi global lainnya.

Dukungan Regulasi dan Inovasi Teknologi

Pemerintah telah menerbitkan berbagai aturan untuk mempercepat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan.

Salah satu fondasi utamanya adalah Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu.

Langkah ini juga mencakup pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pengembangan Fitofarmaka. Regulasi tersebut dirancang agar pengembangan jamu di tanah air berjalan lebih terarah dan terintegrasi.

Meski regulasi sudah tersedia, Taruna menekankan pentingnya pembuktian ilmiah melalui uji klinis. Uji ini diperlukan agar khasiat jamu dapat diterima secara objektif dalam sistem pelayanan kesehatan modern.

Penerapan teknologi farmasi terbaru juga dianggap krusial untuk meningkatkan daya tarik produk. Inovasi teknologi memungkinkan formulasi herbal menjadi lebih stabil dan praktis untuk dikonsumsi.

Penggunaan teknologi modern diharapkan dapat membuat jamu lebih diterima oleh generasi muda.

>>> Jamkrida Sumbar Perketat Penjaminan Sektor Produktif 2026, Lebih Aman dan Selektif

Dengan kemasan dan bentuk yang lebih nyaman, jamu bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat masa kini.