Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) optimistis jamu memiliki potensi besar untuk menjadi industri strategis yang modern.

Jamu kini dipersiapkan agar lebih inovatif sehingga mampu bersaing di kancah global.

>>> Ayu Ting Ting Buka Suara Soal Kevin Gusnadi, Akui Ingin Santai di 2026

Jamu sebagai Warisan Budaya dan Peluang Global

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan identitas bangsa yang telah diakui UNESCO.

Statusnya sebagai warisan budaya tak benda dunia menjadi modal kuat untuk pengembangan lebih lanjut.

Menurut Taruna, transformasi jamu menjadi produk kesehatan modern berbasis riset sangatlah mendesak.

Hal ini sejalan dengan tren dunia yang mulai beralih ke gaya hidup sehat dan penggunaan bahan-bahan alami.

Masyarakat global saat ini cenderung mencari produk kesehatan yang aman dan berasal dari alam. Fenomena ini dianggap sebagai peluang emas bagi Indonesia untuk memperkenalkan jamu ke pasar internasional.

Kekayaan Alam Indonesia sebagai Modal Strategis

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa dengan sekitar 30 ribu spesies tumbuhan yang tersebar di berbagai wilayah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.845 spesies telah teridentifikasi secara resmi sebagai tanaman obat.

Fakta menariknya, Indonesia menyimpan sekitar 80 persen dari total tanaman obat yang ada di dunia.

Data ini menunjukkan betapa besarnya potensi kemandirian kesehatan nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

>>> Teka-teki Tanggal Pernikahan Adhisty Zara, Unggahan Adik Jadi Bukti Terbaru 2026

Berikut adalah data kekayaan tanaman obat yang dimiliki Indonesia menurut catatan BPOM:

  • Total Spesies Tumbuhan di Indonesia: 30.000 Spesies
  • Spesies Tanaman Obat Teridentifikasi: 1.845 Spesies
  • Proporsi Tanaman Obat Dunia di Indonesia: 80%