Kepmen ESDM No.144/2026 dipandang membawa dampak positif dalam tiga aspek utama bagi kepentingan nasional:

  • Perbaikan Price Discovery: Harga kini lebih akurat mencerminkan nilai ekonomi riil nikel Indonesia yang menyuplai 65 persen kebutuhan dunia.
  • Mitigasi Underpricing: Transparansi transaksi meningkat sehingga mencegah praktik manipulasi harga jual di bawah nilai pasar.
  • Peningkatan Rent Capture: Negara dapat mengoptimalkan PNBP dan PPh tanpa mengubah persentase tarif secara eksplisit.

Data menunjukkan reformulasi HPM nikel berpotensi memberikan lonjakan besar bagi pendapatan negara. Royalti yang masuk dalam skema PNBP diperkirakan bisa tumbuh sekitar 83 persen hingga 92 persen.

Meskipun proyeksi angka menunjukkan kenaikan yang menggembirakan, kunci keberhasilan terletak pada keseimbangan. Pemerintah harus berhati-hati menjaga ritme kenaikan agar tidak melumpuhkan daya saing industri hilir nasional.

Jika regulasi terlalu agresif, smelter bisa mengalami penurunan utilitas atau berhenti beroperasi karena beban biaya.

Sebaliknya, jika terlalu longgar, negara akan terus kehilangan potensi keuntungan yang seharusnya dinikmati masyarakat.

Strategi optimalisasi pendapatan negara terbukti tidak harus selalu melalui kenaikan tarif yang memicu resistensi.

>>> Jadwal MPL SG Season 11 Terbaru: Format Resmi dan Cara Nonton Mei 2026

Instrumen harga yang adil dan transparan bisa menjadi senjata fiskal yang kuat bagi keberlanjutan ekonomi Indonesia.