Poin utama Perjanjian Bretton Woods:

  • Bank sentral setiap negara wajib menjaga nilai tukar mata uang mereka stabil terhadap dolar.
  • AS menjamin dolar dapat ditukar dengan emas sesuai permintaan negara lain.
  • Negara anggota dapat melakukan intervensi pasar jika nilai mata uang terlalu kuat atau lemah.
  • Pemerintah boleh menjual atau membeli mata uang sendiri untuk mengatur jumlah uang beredar.

Dolar AS Sebagai Cadangan Devisa Dunia

Berkat Bretton Woods, dolar AS resmi menjadi mata uang cadangan dunia dengan dukungan emas. Banyak negara mulai menumpuk dolar sebagai jaminan kekayaan.

Untuk menjaga nilai dolar, negara-negara berinvestasi pada sekuritas Treasury AS. Instrumen ini dianggap sebagai tempat penyimpanan aset paling aman.

Tantangan muncul saat AS mencetak terlalu banyak uang untuk Perang Vietnam dan program Great Society. Kekhawatiran global mengenai stabilitas nilai dolar pun meningkat.

Banyak negara mengonversi cadangan dolar mereka menjadi emas. Pada 1971, Presiden Richard Nixon memutus hubungan dolar dengan emas.

Keputusan itu melahirkan sistem nilai tukar mengambang yang berlaku hingga kini. Meski sempat mengalami stagflasi, dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan utama dunia.

Hingga saat ini, dominasi dolar AS tak tergoyahkan.

>>> Serumpun dan Harmonis, Ini Rahasia Eratnya Hubungan Indonesia-Malaysia Terbaru 2026

Sejarah panjang dan sistem hukum yang kuat menjadi fondasi utama mengapa dolar masih menjadi pilihan utama dalam transaksi global.