AI juga mendeteksi keberadaan fosil mikroskopis atau tersembunyi di dalam lapisan sedimen keras.

Melalui teknologi ini, ilmuwan dapat merekonstruksi bentuk tiga dimensi dari fragmen paruh yang ditemukan untuk simulasi kekuatan gigitan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa paruh Nanaimoteuthis haggarti mengalami keausan ekstrem dan goresan dalam.

Kondisi fisik tersebut mengindikasikan bahwa predator ini tidak hanya memakan mangsa lunak.

Nanaimoteuthis haggarti juga mampu menghancurkan cangkang keras dan kemungkinan besar menggigit tulang reptil laut besar.

Pro dan Kontra Estimasi Ukuran

Meskipun penemuan ini sangat signifikan, komunitas ilmiah tetap mempertahankan sikap kritis.

Christian Klug dari Universitas Zürich mencatat bahwa estimasi 18 meter memiliki tingkat ketidakpastian karena hanya didasarkan pada bagian rahang atau paruh.

Namun, konsensus umum menyepakati bahwa Nanaimoteuthis menempati posisi puncak dalam rantai makanan laut purba.

Keberhasilan teknologi AI dalam mengungkap keberadaan raksasa ini membuka pintu bagi eksplorasi lebih lanjut di dasar laut purba yang belum terjamah.

>>> BRIN Petakan Ancaman Penurunan Tanah dan Kenaikan Laut di Pantura

Adiel Klompmaker dari Museum Universitas Alabama mengungkapkan bahwa penemuan ini memicu pertanyaan besar tentang misteri apa lagi yang masih bersembunyi di kedalaman lautan periode Cretaceous.