Tahith Chong menjadi salah satu pilar populer, pemain kelahiran Willemstad yang pernah di akademi Feyenoord dan Manchester United, kini bersama Sheffield United.

Livano Comenencia, gelandang FC Zurich, adalah salah satu pemain yang sempat memperkuat tim nasional Belanda di level muda sebelum memilih Curacao.

"Ini juga momen yang sangat besar bagi orang tua saya. Mereka sangat bahagia.

Ayah saya sekarang selalu tersenyum setiap saat," ujarnya.

Tiket ke Piala Dunia diamankan pada November lalu. Hasil imbang melawan Jamaika di laga pamungkas kualifikasi memastikan langkah mereka.

>>> Timnas Meksiko Andalkan Kombinasi Pemain Muda di Piala Dunia 2026

Comenencia mengungkapkan momen peluit panjang ditiup sangat emosional. "Saya memeluk rekan-rekan setim, staf pelatih, dan para pendukung yang masuk ke lapangan setelah pertandingan berakhir.

Saya menangis sampai tidak ada air mata yang tersisa."

"Kata-kata tidak bisa menggambarkan perasaan kami saat lolos ke Piala Dunia. Saya gemetar dan hampir tidak bisa mempercayai apa yang sedang terjadi.

Tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa memahami momen itu," lanjutnya.

Prestasi ini mengubah peta sepak bola Curacao. "Kami ingin seluruh dunia tahu siapa kami dan di mana kami berada.

Luar biasa melihat begitu banyak orang membicarakan Curacao di internet sekarang," kata Comenencia.

Optimisme Menghadapi Jerman

Curacao dijadwalkan melakoni laga perdana melawan Jerman pada 14 Juni di Houston. Jerman adalah pemilik empat gelar juara dunia dengan populasi di atas 80 juta jiwa.

Namun, Comenencia menegaskan timnya tidak gentar. "Kami dibesarkan dengan cara bermain sepak bola Belanda.

Kami memiliki kualitas dan teknik yang sangat baik. Kami akan mengejutkan banyak orang."