>>> Empat Perenang Pecahkan Rekor Nasional di Kejurnas Akuatik Indonesia 2026

Prestasi dan Didikan Keluarga

Sebelum sukses di level senior, De la Fuente mengoleksi prestasi di kelompok umur.

Ia membawa Spanyol U-19 juara Eropa 2015, U-21 juara Eropa 2019, dan meraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020.

"Dia sangat memahami kelebihan yang dimilikinya. Dia bukan orang bodoh, tetapi juga bukan sosok yang suka membanggakan diri," kata Verdu.

Karakter membumi De la Fuente terbentuk berkat didikan orang tuanya. Saat bergabung dengan akademi Athletic Club di usia muda, keluarganya selalu mengingatkan agar tidak merasa lebih hebat.

"Orang tuanya selalu mengatakan, 'Kamu hanyalah salah satu dari yang lain. Tetaplah membumi dan jangan pernah berpikir bahwa kamu lebih baik dari siapa pun'," ujar Verdu.

Nasihat itu terus dipegang teguh De la Fuente. "Saat dia bergabung dengan Athletic pada usia muda, dia sudah menjadi sosok penting di desanya.

Namun orang tuanya terus mengingatkan agar tidak terlena," lanjutnya.

Kepemimpinan yang Humanis

Di ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang, De la Fuente tetap mengedepankan sikap saling menghormati. Beberapa pemain sempat terkejut dengan kebiasaannya mengucapkan tolong dan terima kasih.

>>> Jadwal Semifinal Piala Uber 2026: Indonesia vs Korea Selatan

"Kuatnya pengaruh asal-usulnya adalah hal yang membuat dia tetap membumi," ujar Verdu. Spanyol akan mengandalkan Lamine Yamal, Pedri, dan Rodri sebagai pilar utama di Piala Dunia 2026.