>>> 30 Ucapan Selamat Datang Juni 2026 untuk Menyambut Bulan Baru dengan Optimisme

Wakil Presiden JD Vance serta Menteri Pertahanan Pete Hegseth berupaya membela tindakan militer AS dengan merujuk pada teori "perang yang adil".

Namun, Paus Leo dengan tegas membantah argumen tersebut dalam dokumen resminya.

Menurut Paus, konsep "perang yang adil" kini sudah tidak lagi relevan dan sering disalahgunakan untuk melegitimasi kekerasan.

Meskipun hak membela diri tetap diakui dalam arti sempit, ia menilai teori lama tersebut sudah usang di era modern.

Dampak Algoritma dan Dehumanisasi

Selain masalah perang, Paus Leo juga memperingatkan bahaya algoritma tidak transparan yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan raksasa.

Ia menilai dominasi korporasi besar dalam pengembangan AI dapat memicu bentuk dehumanisasi baru.

Pemerintah di seluruh dunia didesak untuk segera mengambil langkah nyata mengatasi dampak negatif AI. Paus menyoroti pengaruh teknologi ini pada bidang pendidikan, lapangan kerja, hingga hubungan antarpersonal manusia.

Paus Leo menekankan bahwa teknologi tidak jahat secara inheren, namun juga bukan solusi tunggal masalah manusia. Teknologi tidak pernah netral karena membawa karakteristik perancang dan penyandangnya.

AI dipengaruhi oleh pihak yang membiayai, meregulasi, serta menggunakannya. Arah perkembangan kecerdasan buatan sangat bergantung pada moralitas para pembuat kebijakan dan pengembangnya.

Paus menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus selalu selaras dengan etika.

>>> PSG Rayakan Gelar Liga Champions Bersama Presiden Macron

Ia berharap dunia tidak terjebak dalam revolusi digital yang justru mengabaikan martabat manusia demi kepentingan politik dan ekonomi sesaat.