Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menegaskan komitmen negaranya untuk lebih proaktif dalam kerja sama industri pertahanan.

Fokus utamanya adalah memastikan setiap negara memiliki kapabilitas militer yang memadai saat situasi mendesak.

Pandangan Singapura dan Kanada

Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chun Sing, berpendapat bahwa negara-negara harus fleksibel dalam membentuk aliansi dengan pihak yang memiliki visi sama.

>>> iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Perbandingan Spesifikasi 2026

Menurut Chan, koalisi dari negara yang mampu dan bersedia sangat penting untuk menjembatani kesenjangan keamanan.

Kanada juga memperluas kehadirannya di Indo-Pasifik melalui berbagai inisiatif strategis. Panglima Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan, menyebut pasukannya aktif bekerja sama dengan Jepang dan Filipina.

Kolaborasi tersebut mencakup sektor keamanan siber serta latihan militer maritim secara rutin. Di Indonesia, militer Kanada bahkan turut membantu program pelatihan bahasa Inggris bagi personel pertahanan setempat.

Jenderal Carignan meyakini masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di kawasan Indo-Pasifik. Hal ini mendasari mengapa kemitraan internasional di berbagai lini pertahanan terus meningkat.

Modernisasi Selandia Baru

Selandia Baru sedang mempertimbangkan untuk memperbarui alat utama sistem persenjataan mereka. Menteri Pertahanan Chris Penk mengonfirmasi rencana pengadaan kapal baru guna menggantikan fregat kelas ANZAC yang sudah tua.

Wellington saat ini menimbang secara aktif penawaran kapal perang dari produsen Jepang dan Inggris.

Penk yang baru menjabat sejak April lalu menilai ada ruang besar untuk memperdalam pakta pertahanan yang sudah ada.

Ia menekankan pentingnya mencari cara baru berinteraksi dengan mitra internasional tanpa meninggalkan hubungan tradisional. Selandia Baru berupaya menyeimbangkan kedua hal demi kepentingan stabilitas nasional.