Komitmen AS Tetap Diyakini

Meskipun ada upaya penguatan hubungan antarnegara, para pejabat Asia meyakini komitmen AS tetap terjaga. Mereka menepis anggapan bahwa keterlibatan AS di Timur Tengah akan melunturkan fokus di Indo-Pasifik.

Keyakinan ini tetap kokoh meskipun ada pengaruh kebijakan "America First" dari era Donald Trump. Teodoro menegaskan bahwa fokus Amerika tidak akan goyah hanya karena ketegangan di Iran.

Pihak Australia juga senada dalam memandang hubungan strategis dengan Washington. Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyebut aliansi dengan AS sebagai pondasi mendasar bagi keamanan nasional mereka.

Marles menyatakan bahwa baik pemerintahan Trump maupun Albanese melihat hubungan ini melampaui kepentingan politik jangka pendek. Kedua negara merasa memiliki tanggung jawab bersama sebagai pengelola stabilitas di Pasifik.

>>> Waspada! 250 Aplikasi Android Ini Terdeteksi Kuras Saldo Rekening

Langkah Konkret Negara-Negara Indo-Pasifik

  • Jepang: Mengubah undang-undang untuk mempermudah ekspor alutsista canggih seperti kapal perang dan rudal.
  • Filipina: Memperluas latihan militer dan kerja sama strategis dengan Australia serta Selandia Baru.
  • Kanada: Meningkatkan kehadiran personel militer dalam latihan maritim dan keamanan siber di kawasan.
  • Selandia Baru: Berencana memodernisasi armada lautnya dengan kapal perang generasi terbaru.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan pergeseran paradigma keamanan di mana kemitraan multilateral menjadi kunci utama. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada kekuatan fisik, tetapi juga pertukaran teknologi dan informasi.