Raksasa otomotif Jepang, Toyota, mengalami penurunan penjualan global selama tiga bulan berturut-turut. Tekanan pasar di China menjadi penyebab utama pada April 2026.

Penjualan di China merosot 25,4 persen pada April 2026. Data ini dilansir dari Detik Oto yang mengutip laporan Reuters.

>>> Protokol Darurat Berhenti di Bahu Jalan Tol untuk Cegah Tabrak Belakang

Toyota Motor Corporation melaporkan penjualan global merek Toyota dan Lexus mencapai 849.306 unit. Angka ini turun 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pelemahan pasar juga terjadi di wilayah lain.

Penjualan di Timur Tengah turun 33,7 persen, sementara di Amerika Serikat, pasar terbesar Toyota, menyusut 4,6 persen.

>>> Ulasan MG S5 EV: SUV Listrik Ringkas dengan Desain Modern Tanpa Banyak Aksen

Secara akumulatif, penjualan Toyota di luar Jepang terkoreksi 7,5 persen pada April 2026. Persaingan ketat dari mobil listrik dan plug-in hybrid buatan China menjadi faktor utama.

Di sisi lain, pasar domestik Jepang justru menunjukkan performa positif.

>>> Marc Marquez Gagal Finis Lima Besar di MotoGP Italia 2026

Penjualan melonjak 24,2 persen pada April 2026 seiring pulihnya daya beli konsumen setelah penundaan akibat kebijakan pajak lingkungan.