APBN 2026 'Canggih' Saja Tidak Cukup, Ini Syarat Agar Dana Cepat Cair ke Daerah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa APBN Indonesia merupakan salah satu yang tercanggih di kawasan Asia.
Klaim ini didasari oleh peran APBN sebagai shock absorber yang efektif selama pandemi Covid-19, lonjakan inflasi global, dan ketidakpastian geopolitik.
>>> IMX 2026 Surabaya: Pameran Modifikasi Hadirkan Mobil Super Langka
Data BPS 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Kementerian Keuangan juga berhasil menjaga defisit fiskal tetap terkendali.
Namun, kecanggihan sistem belum menjamin postur fiskal yang kuat.
Tantangan Struktural Fiskal Indonesia
Rasio pajak Indonesia masih rendah, sekitar 10-11 persen terhadap PDB pada 2025.
Angka ini jauh di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 34 persen, bahkan tertinggal dari Thailand dan Vietnam.
Mendiang ekonom Faisal Basri pernah mengingatkan bahwa kelemahan utama fiskal Indonesia bukan pada besarnya pengeluaran, melainkan kapasitas pengumpulan penerimaan.
Basis pajak yang sempit membatasi ruang gerak pemerintah dan meningkatkan ketergantungan pada utang.
Struktur belanja juga menjadi masalah karena didominasi pos pengeluaran rigid seperti belanja pegawai, subsidi energi yang tidak tepat sasaran, pembayaran bunga utang, dan Transfer ke Daerah (TKD).
Akibatnya, belanja produktif untuk riset, inovasi, pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi terabaikan.
>>> Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026 Jika B50 Berhasil
Beban Bunga Utang dan Ketergantungan Konsumsi
Meski rasio utang masih di bawah 40 persen PDB, biaya pembayaran bunga utang dalam APBN 2026 diproyeksikan menembus Rp500 triliun.
Ruang fiskal lebih banyak terserap untuk beban masa lalu daripada pembiayaan masa depan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga yang mencapai 53 persen PDB.
Update Terbaru
Jackpot Powerball Melonjak ke $526 Juta Setelah Tidak Ada Pemenang Rabu
Kamis / 16-07-2026, 17:37 WIB
Pertamina Patra Niaga Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Medan
Kamis / 16-07-2026, 17:36 WIB
Wamendagri: Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus Papua Jadi Prioritas
Kamis / 16-07-2026, 17:36 WIB
JD Vance Bela Petarung UFC yang Hina Michelle Obama
Kamis / 16-07-2026, 17:36 WIB
Will Grier Pensiun dari NFL Sebelum Kamp Pelatihan
Kamis / 16-07-2026, 17:36 WIB
Pemain Fortnite Alami Gangguan Koneksi dan Crash Saat Peluncuran
Kamis / 16-07-2026, 17:35 WIB
DPD RI: RUU Daerah Kepulauan Solusi Pembangunan Daerah Kepulauan
Kamis / 16-07-2026, 17:35 WIB
Trump Mulai Terima Opsi Perluas Serangan ke Iran, Targetkan Gunung Nuklir dan Pulau Kharg
Kamis / 16-07-2026, 17:35 WIB
Gudang Amunisi TNI di Madiun Meledak, Sejumlah Korban Dievakuasi
Kamis / 16-07-2026, 17:35 WIB
Ironi Inggris, Argentina Jagoan Cetak Gol Menit-Menit Akhir
Kamis / 16-07-2026, 17:35 WIB
Phil Hellmuth Gagal Raih Gelar ke-18, Darren Rabinowitz Juara WSOP
Kamis / 16-07-2026, 17:32 WIB
KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar: Angkut 17 Ton Barang dan 4 Sapi
Kamis / 16-07-2026, 17:31 WIB
JPPI: Sekolah Negeri Tak Bisa Lagi Sekadar Menunggu Murid
Kamis / 16-07-2026, 17:31 WIB
Ningning aespa Donasi Rp200 Juta untuk Lansia di Seoul Hadapi Cuaca Panas
Kamis / 16-07-2026, 17:29 WIB







