Susanti menjadi karakter yang menarik perhatian dalam serial animasi Upin & Ipin. Ia adalah satu-satunya murid asal Indonesia di serial asal Malaysia tersebut.

Kehadiran Susanti sejak debutnya pada 2007 berhasil memikat penonton Indonesia. Banyak yang penasaran dengan latar belakang kepindahannya ke Malaysia.

>>> Google Luncurkan Fitur AI Gemini Baru di Android 17

Alasan Kepindahan Susanti

Alasan utama Susanti pindah ke Malaysia adalah pekerjaan ayahnya. Sang ayah, seorang insinyur asal Jakarta, mendapatkan kontrak kerja di Malaysia.

Ia memboyong keluarganya dan menyekolahkan Susanti di Tadika Mesra. Karakter Susanti pertama kali muncul pada musim ketiga dalam episode "Berpuasa Bersama Kawan Baru" sebagai murid pindahan.

Latar belakang pekerjaan ayahnya menjadi motor penggerak plot emosional pada Musim 16 episode "Temanku Susanti". Saat itu, Susanti sempat pamit karena kontrak kerja ayahnya berakhir.

Cikgu Melati dan teman-temannya di Tadika Mesra dirundung kesedihan. Namun, kisah berakhir bahagia setelah ayah Susanti mendapat perpanjangan kontrak, sehingga mereka batal kembali ke Indonesia.

Alasan di Balik Layar

Secara teknis, kehadiran Susanti sengaja dirancang oleh studio produksi. Dalam buku "Bila Atok Ranggi Berbicara" karya Haji Burhanuddin Md.

Radz, pendiri Les' Copaque, dijelaskan bahwa Susanti diciptakan sebagai apresiasi atas popularitas Upin & Ipin di Indonesia.

>>> Nvidia Targetkan Pasar Baru USD 200 Miliar Lewat CPU AI Vera

"Ketika Upin & Ipin semakin populer di Indonesia, Atok ingin menghadirkan karakter anak Indonesia sebagai teman mereka," tulis Haji Burhanuddin.

"Namun, Atok ingin karakter tersebut berasal dari keluarga ekspatriat, bukan dari latar belakang PATI."

Proses produksi karakter ini juga menyimpan cerita unik.

Tim produksi sempat kesulitan mencari pengisi suara asli Indonesia hingga hampir menggunakan jasa petugas kebersihan kantor bernama Kak Su.

Demi menjaga kualitas, pihak studio akhirnya memilih staf internal dengan bimbingan pelafalan dari Kak Su. Kini, karakter Susanti sepenuhnya disuarakan oleh orang Indonesia asli.

>>> Kisah Perjuangan Lei Jun: dari Pembagi Brosur hingga Miliarder Xiaomi

Dalam serial, Susanti tampil ikonis sebagai anak berambut pendek dengan jepit bunga yang mahir teknologi. Ia tetap menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dimengerti teman-temannya di Kampung Durian Runtuh.