DSI Butuh 23 Kapal Baru per Hari untuk Kelola Ekspor Batu Bara 1,5 Juta Ton
Tantangan Administrasi dan Skema Penjualan
Indonesia saat ini memegang peranan vital sebagai pemasok batu bara termal terbesar di dunia.
Pada tahun lalu, kontribusi Indonesia tercatat menyumbang hampir 40 persen dari total pasar perdagangan batu bara melalui jalur laut secara global.
>>> Harga Trade-In iPhone, iPad, dan Mac Resmi Naik per 28 Mei 2026
Pekerjaan administratif yang besar ini diprediksi akan menguras sumber daya, terutama dalam menyinkronkan data antar pemangku kepentingan.
Hary menilai pengurusan 23 kapal per hari menuntut kerja ekstra keras agar tidak terjadi kendala pada rantai pasok.
Kondisi ini akan semakin menantang apabila proses transaksi penjualan dilakukan menggunakan skema free on board barge (FOBB).
Skema tersebut menuntut ketelitian tinggi karena titik serah terima barang dilakukan di atas tongkang sebelum dipindahkan ke kapal besar.
Hingga saat ini, kalangan pelaku usaha pertambangan masih menantikan kejelasan mengenai aturan teknis terkait kebijakan ekspor wajib melalui DSI.
Banyak pengusaha yang mulai merasa khawatir dan bingung terkait proses pengalihan kontrak lama mereka ke sistem baru di bawah koordinasi PT DSI.
Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan terus berupaya melakukan sinkronisasi data Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Langkah ini diambil untuk mempersiapkan implementasi ekspor satu pintu yang direncanakan segera dimulai dalam waktu dekat.
Kebijakan ini juga berjalan beriringan dengan rencana pemerintah untuk tetap melanjutkan pengenaan Bea Keluar (BK) bagi komoditas batu bara.
Hal ini diprediksi akan memberikan tekanan tambahan pada margin keuntungan para emiten batu bara di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Meskipun terdapat berbagai tantangan, integrasi ekspor melalui Danantara diharapkan dapat memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai eksportir energi.
>>> CEO Nvidia Kritik Keras Bos yang PHK Karyawan Demi AI
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada seberapa efektif PT DSI menangani kerumitan logistik dan birokrasi yang ada.
Update Terbaru
Durasi Film Resident Evil Bocor, Penggemar Sebut 'Sempurna'
Kamis / 16-07-2026, 19:57 WIB
Kelompok Hak Digital Kecam Langkah Sony Hentikan Penjualan Game Fisik PlayStation
Kamis / 16-07-2026, 19:57 WIB
Epic Games Matikan Server Fortnite untuk Patch 41.20
Kamis / 16-07-2026, 19:56 WIB
Hasil Piala AFF Wanita: Sempat Unggul, Indonesia Ditahan Kamboja
Kamis / 16-07-2026, 19:52 WIB
Transfer Uang ke Luar Negeri Pakai BRImo, Cashback Hingga Rp50 Ribu
Kamis / 16-07-2026, 19:52 WIB
Bahlil Peringatkan KKN di Proyek LNG Masela Rp390 Triliun
Kamis / 16-07-2026, 19:52 WIB
Spanduk Malvinas Bikin Argentina Terancam Sanksi FIFA, Investigasi Segera Dilakukan
Kamis / 16-07-2026, 19:50 WIB
Aviora Aesthetic Clinic Buka Klinik Baru di BSD, Perluas Akses Layanan Estetika
Kamis / 16-07-2026, 19:50 WIB
Messi Beberkan Rahasia Spanyol, Pengalaman di Barcelona Jadi Modal Argentina di Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB
Realme dan OnePlus Beralih ke ColorOS 17, Tinggalkan Realme UI dan OxygenOS
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB
Dukung Comeback Kim Soo Hyun Usai Skandal, Aksi Jung Hae In Picu Perdebatan
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB
BAIC T1 Baru Dirakit Lokal pada 2027, Ini Alasannya
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB
Spanyol vs Argentina: Siapa Juara Kecepatan Internet?
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB







