>>> Resmi, DSI Ambil Alih Ekspor Sawit dan Batu Bara Mulai Besok

Jadwal penyerahan sempat tertunda karena adanya agenda kegiatan lain di wilayah hukum Sragen. Giyanta menyebut pihaknya mencari waktu yang tepat agar distribusi berjalan kondusif.

"Mengingat ada agenda dari salah satu perguruan silat, pembagian Al-Qur'an kami tunda sebentar. Kami menunggu momentum yang lebih pas," tambahnya.

3.000 mushaf ini merupakan bagian dari bantuan total 10.000 unit yang disalurkan Yayasan Pemuda Pancasila Jawa Tengah.

Penyerahan simbolis sebelumnya telah dilakukan kepada Bupati Sragen.

Rencana titik distribusi meliputi Pondok Pesantren Nurul Huda di Desa Plosorejo, Kecamatan Gondang; Pondok Pesantren Walisongo di Desa Plumbungan, Kecamatan Karangmalang; dan Pondok Pesantren Wilayah Blimbing di Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo.

Menghapus Stigma Negatif

Giyanta menekankan bahwa aksi sosial ini bertujuan mengubah pandangan masyarakat terhadap organisasi kepemudaan. Respons positif menunjukkan masyarakat mulai melihat sisi humanis Pemuda Pancasila melalui aksi nyata.

"Pemuda Pancasila ingin hadir sebagai embrio kepemudaan yang aktif menghidupkan semangat pengabdian di tengah masyarakat. Kami berkomitmen menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan secara bersama-sama," tuturnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai Hari Lahir Pancasila dan Hari Jadi Sragen dengan semangat kolaborasi.

>>> Bayar PKB dan BBNKB Makin Ringan, Sanksi Administratif Resmi Dihapus Otomatis 2026

Harapannya, masyarakat Sragen bersatu merawat wilayah yang Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) demi kemajuan daerah.