Mekanisme ekspor satu pintu melalui DSI bertujuan memberantas praktik curang. Pemerintah mengidentifikasi celah yang merugikan negara dalam perdagangan internasional.

Masalah yang ingin diatasi meliputi under-invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor. Sasaran utama pengawasan adalah validitas data, kualitas komoditas, devisa negara, dan transparansi harga.

Airlangga optimistis pengawasan lebih baik akan meningkatkan kualitas dan validitas data ekspor. Hal ini diharapkan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar komoditas dunia.

Langkah ini dipandang sebagai strategi modern untuk memastikan kekayaan alam memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan nasional. DSI tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga instrumen strategis negara.

>>> Cara Cek Desil DTKS 2026: Intip Status Bansos Terbaru Hanya Modal NIK KTP

Masyarakat dan pelaku usaha menunggu implementasi mulai esok hari. Transparansi dan kemudahan birokrasi diharapkan tetap terjaga agar tidak mengganggu iklim investasi.