Rencana pemerintah memasukkan telur ke dalam menu rutin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sambutan hangat dari peternak ayam petelur.

Kebijakan ini dinilai sebagai solusi strategis di tengah ketidakpastian pasar.

>>> 6 Inspirasi Layout Taman Belakang Minimalis Lahan Sempit Terbaru 2026

Para peternak berharap program ini menjadi penopang ekonomi yang kuat bagi keberlangsungan usaha mereka. Kehadiran pasar yang jelas akan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha kecil maupun besar.

Harapan Baru di Tengah Tekanan Biaya Produksi

Sektor peternakan ayam petelur tengah menghadapi tantangan berat dalam beberapa bulan terakhir. Harga jual telur di tingkat produsen sering merosot di bawah biaya produksi.

Kondisi ini diperparah oleh harga pakan ternak dan biaya operasional kandang yang masih tinggi. Akibatnya, banyak peternak harus berjuang menutupi kerugian harian.

Ketidakseimbangan antara modal dan pendapatan menjadi persoalan utama yang menghantui pelaku usaha. Biaya tenaga kerja hingga perawatan kesehatan ayam terus membengkak tanpa diimbangi kenaikan harga jual yang stabil.

Program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai harapan untuk menciptakan ekosistem pasar yang lebih sehat. Pemerintah diharapkan menjadi pembeli tetap yang menjamin serapan hasil panen peternak lokal.

Stabilitas Harga dan Jaminan Pasar

Program berskala nasional ini diperkirakan menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai wilayah. Hal ini akan memicu lonjakan permintaan telur dalam jumlah besar dan bersifat jangka panjang.

Peningkatan permintaan yang konsisten diyakini mampu menyerap kelebihan stok saat masa panen raya. Dengan terserapnya pasokan maksimal, harga di tingkat peternak diharapkan tidak jatuh terlalu dalam.

Berikut manfaat utama yang diharapkan peternak dari pelaksanaan MBG:

>>> Strategi Pengembangan UMKM 2026: Kunci Pertumbuhan Ekonomi