Sorotan Terhadap Saham GOTO dan Emiten Tambang

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) saat ini berada dalam posisi "beku" untuk perubahan indeks MSCI pada periode Tinjauan Mei 2026.

Status ini mencakup penyesuaian jumlah saham beredar, faktor inklusi asing, hingga potensi penambahan atau penghapusan emiten.

MSCI berencana mengevaluasi kembali tingkat likuiditas saham GOTO pada periode tinjauan Agustus 2026.

Performa GOTO di pasar sekunder terpantau menurun dengan harga tertahan di level Rp50 sejak pertengahan Mei.

Berikut perbandingan performa likuiditas transaksi saham GOTO:

  • Periode Januari - April 2026: Rata-rata volume 4,62 miliar saham, nilai transaksi Rp274,63 miliar.
  • Periode Mei 2026 (hingga 26 Mei): Rata-rata volume 333 juta saham, nilai transaksi Rp16,67 miliar.

Data tersebut menunjukkan penurunan aktivitas perdagangan yang signifikan. Ini menjadi salah satu dasar pertimbangan MSCI dalam evaluasi likuiditas.

Di sektor komoditas, PT Harum Energy Tbk (HRUM) optimistis mematok target produksi batu bara 2-3 juta ton untuk tahun 2026.

Perseroan juga memperluas fokus bisnis ke sektor nikel dengan target produksi hingga 117 ribu ton metal tahun depan.

Manajemen telah menyiapkan belanja modal (capex) sebesar US$310 juta. Mayoritas dana dialokasikan untuk pengembangan proyek nikel yang sedang berjalan.

Pembagian Dividen TAPG

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp180 per saham.

Total dana yang dialokasikan mencapai Rp3,57 triliun atau 96,43 persen dari laba bersih.

Kenaikan dividen didorong pertumbuhan pendapatan 17,9 persen menjadi Rp11,40 triliun sepanjang 2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada induk melonjak 18,59 persen.

Berikut jadwal dan rincian pembagian dividen TAPG: