Lonjakan ini menandakan pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Namun, sebagian besar energi masih berasal dari fosil impor, menjadi lampu kuning.

>>> Dealer Chery Terbaru Resmi Hadir di BSD, Tawarkan Layanan Cepat dan Lengkap

Pelajaran dari Gejolak Global

Konflik Iran-AS beberapa waktu lalu memberikan pelajaran berharga. Gangguan rute perdagangan minyak global memicu kenaikan harga bahan baku industri hingga 100 persen.

Waktu pengiriman barang membengkak hingga 50 hari. Ketergantungan pada impor energi fosil bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi dan kedaulatan negara.

Memperkuat kedaulatan energi menjadi agenda mendesak, sejalan dengan visi Asta Cita Sektor Energi Presiden Prabowo Subianto.

Penyebab Transisi Energi Terhambat

Proses transisi energi di Indonesia berjalan lambat karena beberapa faktor kompleks. Berikut faktor utamanya:

  • Kelebihan pasokan listrik dari pembangkit fosil yang sudah beroperasi
  • Biaya produksi listrik EBT belum bisa bersaing dengan murahnya batubara
  • Ekosistem industri EBT belum matang, termasuk perizinan dan tenaga ahli
  • Minimnya dukungan pembiayaan bunga rendah untuk pengembangan EBT

Hambatan tersebut bisa diatasi dengan kemauan politik yang kuat. Memahami tantangan ini adalah langkah awal untuk strategi yang lebih efektif.

Strategi Menuju Kemandirian Energi

Pemerintah berencana membangun 53 fasilitas smelter baru dengan kebutuhan listrik 5,6 GW. Agar tidak memperparah ketergantungan pada batubara, smelter sebaiknya sejak awal menggunakan energi bersih.

Di sektor transportasi, pengembangan biofuel menunjukkan tren positif. Setelah B40, pemerintah akan memberlakukan program B50 mulai 1 Juli 2026.

Penjualan kendaraan listrik naik 53 persen pada semester pertama 2023. Namun, pengembangan bioetanol masih perlu kerja keras untuk menciptakan pasar yang stabil.

Kepastian pasar melalui kontrak pembelian jangka panjang sangat diperlukan agar investor tertarik. Tanpa jaminan pasar, bahan bakar alternatif akan terus menghadapi jalan buntu.

Untuk sektor rumah tangga, panel surya atap bisa menjadi alternatif. Pemerintah dapat mempertimbangkan skema cicilan melalui tagihan listrik bulanan.

>>> Fenomena Baru: Cari Kerja di RI Makin Sulit Meski Industri Tumbuh

Indonesia memiliki potensi besar menjadi raksasa energi Asia. Impian ini hanya bisa terwujud dengan kolaborasi solid antara pemerintah, BUMN, swasta, lembaga riset, dan masyarakat.