PUBG Mobile kembali menjadi sorotan setelah salah satu item dalam pembaruan Hero's Crown resmi ditarik dari peredaran.

Item bernama Hand of the Almighty dianggap mengandung unsur religius yang sensitif oleh komunitas pemain, khususnya Muslim.

>>> Fase Puncak Berakhir, Pemulangan Jemaah Haji 2026 Resmi Dimulai 1 Juni

Keputusan penghapusan diambil setelah gelombang protes meluas di media sosial dan forum diskusi. Pihak pengembang bergerak cepat untuk meredakan ketegangan.

Awal Mula Kontroversi

Masalah bermula saat pemain menemukan item koleksi dalam pembaruan versi 4.4.

Item tersebut tidak memberikan keuntungan gameplay, tetapi terjemahan namanya dalam bahasa Arab mengarah pada istilah Al-Jabbar, salah satu dari 99 nama Allah.

Penggunaan nama yang identik dengan Tuhan dalam Islam dianggap tidak pantas untuk sebuah game bertema peperangan. Komunitas pemain dari negara mayoritas Muslim dengan cepat menyuarakan ketidaksetujuan mereka.

Permohonan Maaf dan Langkah Tegas

Pada 12 Mei 2026, akun resmi PUBG Mobile di platform X menyampaikan permohonan maaf mendalam. Mereka mengakui kekhilafan dalam proses penamaan dan berkomitmen menghormati nilai serta keyakinan pemain.

Langkah yang diambil meliputi penghapusan item secara global, publikasi permintaan maaf, dan peningkatan proses peninjauan konten agar lebih peka terhadap isu sensitif.

Pengembang berharap langkah ini dapat meredam situasi dan membangun ekosistem game yang inklusif. Mereka berjanji memperketat mekanisme kurasi konten ke depannya.

>>> Alasan Dolar Singapura Perkasa Sepanjang 2026, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya

Rentetan Masalah Sensitivitas

Ini bukan pertama kalinya PUBG Mobile menghadapi isu sensitivitas. Pada 2019, desain birthday crate yang menyerupai Ka'bah memicu boikot massal hingga pengguna menghapus aplikasi.

Pengembang akhirnya mengubah desain tersebut.

Pada 2020, mode Mysterious Jungle di peta Sanhok menuai kritik karena fitur yang mengharuskan pemain membungkuk di depan patung totem untuk memulihkan HP.

Fitur tersebut dianggap mempromosikan penyembahan berhala dan akhirnya dihapus.

Tanggapan Positif

Meski sempat memicu perdebatan, banyak pihak mengapresiasi respons cepat pengembang. Permintaan maaf transparan dan tindakan nyata dianggap sebagai bukti bahwa masukan komunitas menjadi prioritas.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi industri game global tentang pentingnya riset mendalam sebelum meluncurkan konten.

>>> KPR 40 Tahun Resmi Jadi Skema Terbaru, Ini Bocoran Aturan yang Banyak Dicari 2026

Memahami simbolisme budaya dan istilah religi kini menjadi kewajiban dalam pengembangan produk lintas negara.