Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, melontarkan kritik pedas terhadap politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli.

Hal ini merespons pernyataan negatif Guntur terkait rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang akan melakukan perjalanan keliling Indonesia.

>>> Trump Desak Revisi Kesepakatan Nuklir Iran, Soroti Ancaman Uranium di 2026

Bestari menyatakan keheranannya atas sikap jajaran PDIP yang dinilai selalu memberikan komentar miring terhadap aktivitas Jokowi.

Ia menilai kekhawatiran yang ditunjukkan pihak PDIP merupakan sesuatu yang tidak masuk akal.

Menurut Bestari, Jokowi adalah sosok pemimpin yang selama menjabat sangat gemar melakukan kegiatan blusukan ke berbagai daerah.

Hal inilah yang memicu kerinduan mendalam dari lapisan masyarakat yang pernah merasakan langsung manfaat kebijakan beliau.

Bestari menambahkan bahwa kunjungan tersebut merupakan ajang pelepas rindu antara rakyat dengan mantan pemimpinnya.

Ia menyayangkan pernyataan Guntur Romli yang dianggap tidak melihat niat Jokowi secara utuh dan menyeluruh.

Faktor yang Melatarbelakangi Sikap PDIP Menurut PSI

  • Perasaan tidak nyaman setelah kehilangan pengaruh politik dari sosok Jokowi.
  • Adanya perubahan sikap partai sejak Jokowi tidak lagi memberikan keuntungan bagi kepentingan internal mereka.
  • Kekhawatiran akan perpindahan basis suara pendukung loyal Jokowi ke partai lain.
  • Upaya pengurus partai untuk menarik perhatian internal melalui pernyataan yang kontroversial.

Bestari menduga sikap sinis PDIP muncul sejak Jokowi mencabut berbagai keuntungan politik yang sebelumnya dinikmati partai tersebut.

Ia menganggap wajar jika muncul kegelisahan di internal partai berlambang banteng itu setelah ditinggalkan Jokowi.

Lebih lanjut, PSI justru merasa gembira karena Jokowi kini tidak lagi menjadi bagian dari partai lamanya.

>>> Pedagang Pasar Cipulir Cemas Hadapi Musim Hujan 2026, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya