Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.

Data menunjukkan kemampuan literasi bahasa Indonesia masih jauh mengungguli numerasi atau matematika.

>>> Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid di Piala Dunia 2026?

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, mengumumkan hasil tersebut di Gedung E Kemendikbud, Jakarta Pusat.

Ia menyebut hasil ini sebagai peringatan penting bagi dunia pendidikan.

Toni menekankan setiap satuan pendidikan harus memperkuat proses pembelajaran harian. Fokusnya pada peningkatan kemampuan berpikir logis, penalaran matematis, dan pemecahan masalah.

Perbandingan Capaian Literasi dan Numerasi

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, mengonfirmasi nilai bahasa Indonesia lebih dominan. Capaian literasi murid SD dan SMP bahkan lebih tinggi dibanding jenjang SMA/SMK.

Sosialisasi yang lebih awal menjadi alasan performa positif bahasa Indonesia. Persiapan matang memungkinkan siswa meraih skor memuaskan di pendidikan dasar.

Rata-rata nilai TKA Bahasa Indonesia:

>>> Drama Adu Penalti, PSG Kalahkan Arsenal dan Juara Liga Champions 2026

  • SD/MI: 60,14
  • SMP/MTs: 60,83

Data menunjukkan konsistensi penguasaan bahasa yang stabil di kedua jenjang. Nilai rata-rata tersebut berada di atas angka 60.

Sementara itu, rata-rata nilai Matematika:

  • SD/MI: 43,41
  • SMP/MTs: 40,34

Berbeda dengan bahasa Indonesia, nilai matematika justru menurun saat memasuki SMP. Siswa SD tercatat memiliki capaian numerasi sedikit lebih baik dibanding siswa SMP.

Mekanisme Pengumuman dan Akses Hasil TKA

Hasil TKA 2026 mulai bisa diakses sekolah pada Selasa, 26 Mei 2026, pukul 13.00 WIB. Sekolah dapat mengunduh hasil melalui portal resmi Kemendikdasmen.

Berbeda dengan pengumuman seleksi kampus, hasil TKA tidak bisa diakses mandiri oleh siswa. Data dikirimkan terlebih dahulu ke Dinas Pendidikan atau Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat.

Setelah verifikasi oleh Dinas dan Kanwil, data diteruskan ke masing-masing sekolah. Sekolah memiliki otoritas penuh mengakses Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA) melalui laman resmi.

>>> Matvey Safonov Nyaris 'Magabut' Tanpa Save di Final Liga Champions 2026

BKPDM memperbolehkan sekolah membagikan hasil nilai kepada siswa. Namun, Kemendikdasmen menyarankan penyampaian nilai melalui Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) agar lebih personal dan tertata.