Memasuki masa pensiun sering membawa kejutan emosional dan finansial. Seorang rekan menceritakan pengalamannya di hari pertama pensiun setelah 30 tahun bekerja sebagai karyawan swasta.

Ia masih terbangun pukul lima pagi, mandi, dan mengenakan kemeja rapi. Baru setelah sadar tugasnya usai, ia melepas kemeja dan menikmati kopi di teras.

>>> Progres Terbaru Tol Palembang-Jambi 2026: Target Rampung Makin Dekat

Kehidupan pasca-kerja bagi karyawan swasta membawa perubahan drastis. Hilangnya rutinitas absensi dan instruksi atasan, namun yang paling krusial adalah berhentinya gaji bulanan.

Realita Pesangon yang Cepat Habis

Rekan saya pensiun di usia 56 tahun dengan jabatan manajer dan gaji Rp15 juta per bulan. Ia menerima pesangon Rp385 juta yang terasa sangat besar.

Ia yakin dana itu cukup untuk sepuluh tahun. Namun, kenyataannya pesangon ludes hanya dalam tiga tahun.

Alokasi penggunaan pesangon: tahun pertama untuk renovasi rumah dan beli motor baru. Tahun kedua untuk biaya umroh keluarga dan tukar tambah mobil.

Tahun ketiga keuangan goyah karena bunga deposito tak menutupi pengeluaran. Usaha dagang yang dicoba pun gagal.

Selama 30 tahun bekerja, ia hanya dilatih loyalitas dan dedikasi. Tidak ada edukasi mengelola keuangan jangka panjang.

Setelah dana habis, tekanan keluarga muncul untuk mencari penghasilan. Rasa bosan juga berdampak pada kesehatan fisik.

Pilihan Menjadi Pengemudi Ojol

Demi kebutuhan hidup, ia mendaftar sebagai pengemudi ojek online. Menjadi driver ojol di usia senja tidak mudah, terutama mengesampingkan gengsi.

>>> ASUS Zenbook A14 OLED Resmi Meluncur: Laptop Snapdragon X Elite Pertama di Indonesia

Ia sempat malu saat berpapasan dengan mantan rekan di jalan. Namun, ia sadar pekerjaan ini halal dan lebih terhormat daripada mencuri atau korupsi.