Jadwal Cair PKH dan BPNT 2026: Cara Cek Nama Penerima via HP
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan program bantuan sosial (bansos) berlanjut hingga 2026. Langkah ini untuk menopang daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Fokus penyaluran bantuan tahun ini ditujukan bagi warga dalam kategori desil 1 hingga 4. Data tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dua instrumen utama bansos adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Keduanya berperan sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan.
Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2026 via HP
Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos secara mandiri menggunakan ponsel. Layanan digital ini meningkatkan transparansi akses informasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berikut langkah-langkah cek bansos melalui HP:
- Buka browser di smartphone.
- Akses situs resmi cek bansos Kemensos.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Ketik kode captcha yang muncul.
- Klik tombol "CARI DATA".
- Tunggu hingga sistem menampilkan status kepesertaan.
Pastikan koneksi internet stabil agar proses verifikasi berjalan lancar.
Besaran Dana Bantuan PKH 2026
Besaran dana PKH bervariasi tergantung kategori penerima. Nominal berikut untuk setiap tahap pencairan (per 3 bulan):
- Ibu Hamil/Masa Nifas: Rp750.000
- Anak Usia Dini (0–6 Tahun): Rp750.000
- Siswa SD: Rp225.000
- Siswa SMP: Rp375.000
- Siswa SMA: Rp500.000
- Lansia: Rp600.000
- Penyandang Disabilitas Berat: Rp600.000
- Korban Pelanggaran HAM Berat: Rp2.700.000
Penyaluran dana dilakukan langsung ke rekening penerima melalui bank penyalur atau kantor pos.
Besaran Bantuan BPNT 2026
Setiap KPM BPNT berhak mendapat dana bantuan Rp600.000 per tahap. Jumlah tersebut untuk periode tiga bulan guna meringankan beban belanja bahan pokok.
Jadwal Pencairan Bansos 2026
Penyaluran bansos Kemensos tahun 2026 dilaksanakan dalam empat tahapan utama:
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Pencairan dilakukan bertahap, tidak serentak di seluruh wilayah. Untuk tahap kedua, proses berlangsung intensif sejak April hingga Juni 2026.
Masyarakat disarankan mengecek status secara rutin untuk mendapatkan pembaruan jadwal di wilayah masing-masing.
>>> Tanggal 1 Juni 2026 Libur Apa? Cek Jadwal Resmi dan Potensi Long Weekend Terbaru
>>> Harga Bawang Merah dan Cabai Melonjak Usai Iduladha 2026
>>> Polisi Tangkap Sopir Taksi Pelaku Perusakan Mobil di Tol JORR, Motifnya Mengejutkan
Update Terbaru
Tips Menjaga 10 Perangkat Elektronik Tetap Awet dan Kencang di 2026
Kamis / 16-07-2026, 15:43 WIB
Laba TSMC Melonjak 77 Persen Berkat Permintaan Chip AI Global
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Jackpot Powerball Naik ke 498 Juta Dolar Setelah Tidak Ada Pemenang Rabu
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Trump Pecat Jaksa Federal Seattle yang Baru Diangkat Pengadilan
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Micah Richards Tetap Bertugas di BBC Setelah Mendengar Kabar Duka Ayahnya
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
TSMC Catat Laba Bersih Rekor NT$706,6 Miliar Didorong Permintaan AI
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Musim Kemarau, Debit Air Sungai Cisadane Menyusut 12 Persen
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Bahlil Kelakar soal Kacamata Hitam Nusron: Mungkin Sedih Inggris Kalah
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Bukan soal Galak atau Ditakuti, Ini 7 Ciri Orang Berwibawa
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Iran Lanjutkan Serangan ke Pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Debat Tanaman vs Bunga: Mana yang Lebih Berharga?
Kamis / 16-07-2026, 15:32 WIB
Host Open Trip Kena Blacklist Gegara Tak Sewa Porter Lokal di Lawu
Kamis / 16-07-2026, 15:31 WIB
Hilirisasi Jadi Kunci Freeport Hadapi Masa Depan Tambang Berkelanjutan
Kamis / 16-07-2026, 15:31 WIB
Rick Ross Sarankan LeBron James Gabung ke Miami Heat demi Bisnis
Kamis / 16-07-2026, 15:28 WIB







