Mantan pemain bertahan terbaik NBA tersebut mengaitkan kerja keras Gilgeous-Alexander dengan etos kerja rekan setimnya Stephen Curry yang telah ia saksikan selama 14 tahun.

"Saya bingung melihat orang-orang berbicara tentang Shai Gilgeous-Alexander," kata Green.

Ia menegaskan bahwa status MVP back-to-back di kompetisi seketat NBA tidak mungkin didapatkan hanya melalui aksi pura-pura jatuh atau flopping.

"Seperti dia baru saja memenangkan MVP back-to-back...

orang yang menjadi nomor 1, tanpa diragukan selama dua tahun terakhir, kita benar-benar akan mencoba mendiskreditkannya dan berpura-pura itu semua karena dia flopping?

Itu karena dia mendapatkan beberapa pelanggaran?" tutur Green.

Green menambahkan pengalamannya melihat Curry meraih gelar juara serta mempertahankan gelar MVP sebagai tolok ukur dedikasi tinggi seorang bintang.

>>> Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Perayaan Fans PSG Berujung Ricuh

"Saya tahu kerja keras yang dilakukan Steph Curry. Saya melihatnya selama 14 tahun.

Dan orang yang saya lihat melakukan itu, memenangkan kejuaraan, lalu kembali, mempertahankan gelar dan memenangkan MVP, saya tahu kerja keras yang saya lihat dia lakukan," ucap Green.

Pemain Warriors tersebut mengecam keras opini pengamat bola basket modern yang dinilainya terlalu menyederhanakan kemampuan hebat Gilgeous-Alexander.

"Jadi saya punya gambaran tentang kerja keras yang dilakukan Shai. Dan kita akan merendahkannya menjadi flopping dan mendapatkan pelanggaran?

Hentikan," tegas Green.

Sebagai analis tamu ESPN, Green mengekspresikan kekecewaannya terhadap kualitas industri media olahraga saat ini yang dianggapnya terlalu cepat bergerak dan kehilangan pemahaman taktis.

"Kita membicarakan hal-hal ini karena media olahraga itu menyebalkan," seru Green.

Ia mengkritik keras para pengamat yang terus mengeluhkan intensitas pelanggaran yang didapatkan oleh garda andalan Thunder tersebut.