"Ini mengerikan. Tidak ada yang membicarakan bola basket lagi.

Tapi tidak ada yang tahu bola basket lagi karena semuanya bergerak terlalu cepat, ya? Semuanya bergerak terlalu cepat, dan kita ingin menunjukkan hal yang bisa kita perlambat.

Shai jatuh. Shai di garis tembakan bebas.

Semua orang mengeluh Shai terlalu banyak mendapat pelanggaran.

Dan masuk ke Gim 6, Shai telah melakukan lima tembakan bebas lebih banyak dalam seri ini daripada Victor Wembanyama.

Tapi keluhan utamanya adalah Shai terlalu banyak mendapat pelanggaran. Saya tidak mengerti.

'Oh, dia memancing pelanggaran!'" papar Green.

Green menyindir para pengkritik seolah-olah bintang asal Kanada itu mengenakan seragam wasit dan meniup peluitnya sendiri di lapangan.

"Anda telah mencapai level kehebatan baru karena Anda membuat para kepala media olahraga berbicara tentang apa yang tidak mereka sukai dari kehebatan Anda.

Bayangkan itu! Anda membuat orang-orang berbicara tentang apa yang tidak mereka sukai dari kehebatan Anda!

Itu luar biasa. Seolah-olah Shai Gilgeous-Alexander berlari naik turun lapangan dengan peluit di mulutnya, meniup peluit untuk dirinya sendiri.

Itulah yang akan kita lakukan. Kita akan berpura-pura pria ini mengenakan kemeja zebra, dan dia meniup peluit untuk dirinya sendiri," sindir Green.

Ia juga menepis tuduhan adanya keberpihakan integritas liga NBA terhadap satu pemain tertentu demi keuntungan sepihak.

"Atau kita bisa berpura-pura integritas NBA benar-benar hilang, dan mereka hanya memberikan pelanggaran untuk Shai Gilgeous-Alexander. NBA tidak punya integritas.

Mereka hanya memberikan pelanggaran untuk satu orang," cetus Green.

Menurutnya, keabsahan data statistik dari kubu San Antonio Spurs sebelum pertandingan keenam menjadi bukti nyata yang mematahkan seluruh asumsi miring tersebut.