Kritik Revisi UU HAM: Antara Independensi dan Efektivitas Komnas HAM
Ketimpangan Perhatian pada Kasus HAM
Perhatian pada masalah HAM menunjukkan ketimpangan nyata. Kasus yang memperoleh sorotan adalah yang memiliki daya tarik politik dan media.
Persoalan HAM sehari-hari seperti diskriminasi rasial, keterbatasan akses air bersih, kerentanan lansia, eksklusi penyandang disabilitas, kemiskinan struktural, degradasi lingkungan, hingga eksploitasi ekonomi digital relatif kurang diperhatikan.
Ketimpangan ini tidak lepas dari struktur perhatian publik yang lebih mudah tersedot pada isu simbolik, konflik politik, dan kasus dengan daya tarik media tinggi.
Dalam teori pemerintahan modern, pemenuhan HAM justru bergantung pada kapasitas negara dalam menyediakan regulasi, pelayanan publik, anggaran, dan birokrasi yang efektif.
Bangunan asumsi bahwa negara dan HAM selalu bertentangan adalah pandangan lama yang tidak lagi kontekstual.
>>> 31 Ucapan Selamat Hari Raya Waisak yang Penuh Makna untuk Dibagikan
Ada kemungkinan sebagian konflik antara Komnas HAM dan kementerian HAM adalah kompetisi kewenangan antarlembaga.
Sigmund Freud menyebut konsep narcissism of small differences, bahwa konflik keras sering terjadi justru antara kelompok yang sangat dekat.
Karena sama-sama bergerak dalam isu HAM, kompetisi pengaruh dan legitimasi antarlembaga menjadi sulit dihindari. Sebagian kritik mungkin bukan murni soal demokrasi, tetapi juga kecemasan institusional.
Kekhawatiran itu tidak sepenuhnya tanpa dasar. Ancaman pelemahan independensi secara perlahan melalui mekanisme birokrasi memang pernah terjadi.
Ketergantungan anggaran, tekanan administratif, dan prioritas politik pemerintah dapat membuat lembaga HAM kehilangan daya kritisnya.
Hal ini bisa berujung pada teknokratisasi HAM: reduksi menjadi laporan administratif, indikator kinerja, dan prosedur birokrasi tanpa daya transformasi sosial.
Karena itu, pengawasan independen tetap penting.
Namun, pengawasan yang sehat membutuhkan proporsionalitas. Koordinasi antarlembaga tidak otomatis berarti kooptasi.
Update Terbaru
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 30 31 Mei 2026, Mainkan Timnas Indonesia dan Dapatkan Hadiah
Jumat / 29-05-2026, 03:16 WIB
Insinyur Jerman Kembangkan Robot Penjelajah Mars Bisa Berenang di Pasir
Jumat / 29-05-2026, 02:14 WIB
Disney+ Tahan Rilis 'Knock-Off' Meski Kasus Kim Soo-hyun Berbalik
Jumat / 29-05-2026, 02:14 WIB
Album 'ARIRANG' BTS Bertahan di 10 Besar Billboard 200 Selama 9 Pekan
Jumat / 29-05-2026, 02:14 WIB
Harga Honda Jazz Bekas 2020 Stabil Mulai Rp210 Juta
Jumat / 29-05-2026, 02:14 WIB
Pemerintah Siap Tindak Tarif Berlebihan Turis Jelang Konser BTS di Busan
Jumat / 29-05-2026, 02:14 WIB
Akun Instagram Jung Kook BTS Tiba-tiba Ditangguhkan, Fans Bingung
Jumat / 29-05-2026, 02:13 WIB
Fakta di Balik Rumor Upin & Ipin Sudah Meninggal, Ini Jawaban Kreatornya
Jumat / 29-05-2026, 02:13 WIB
Sutradara Kamila Andini Raih Penghargaan Women in Cinema Spotlight di Cannes 2026
Jumat / 29-05-2026, 02:13 WIB
Syifa Hadju Hadiri CHANEL Métiers d'art 2026 di Seoul, Berfoto dengan Ji Chang-wook
Jumat / 29-05-2026, 02:13 WIB
5 Rekomendasi Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Nyaman dan Serbaguna
Jumat / 29-05-2026, 02:09 WIB
EA Sports Bagikan Kode Redeem FC Mobile untuk Berburu Kartu UTOTS
Jumat / 29-05-2026, 02:09 WIB
Kasus Diabetes Usia Muda Meningkat Akibat Perubahan Gaya Hidup
Jumat / 29-05-2026, 02:09 WIB
Sinopsis Film Zombie Colony, Tembus 2 Juta Penonton dalam 5 Hari di Korea
Jumat / 29-05-2026, 02:09 WIB






