Hal ini membantu peneliti mereproduksi alam semesta yang dapat diamati dengan akurasi lebih tinggi.

Ukuran dataset yang sangat besar juga membuat FLAMINGO efektif untuk mempelajari fenomena langka.

Gugusan galaksi masif, quasar bercahaya, hingga objek kosmik langka lainnya sering sulit ditangkap dalam simulasi kecil.

Peluang menemukan fenomena tersebut menjadi lebih besar dengan skala FLAMINGO. Proyek ini juga diharapkan membantu astronom menafsirkan data dari observatorium generasi berikutnya.

Tim peneliti telah membuka akses dataset ini untuk publik. Langkah tersebut dinilai penting karena astronomi modern semakin bergantung pada kolaborasi global dan sumber daya komputasi bersama.

“Akses terbuka terhadap kumpulan data sebesar ini dapat mempercepat kemajuan ilmiah secara signifikan,” kata Matthieu Schaller dari Universitas Leiden.

“Kami ingin menyediakan sumber daya yang dapat mendukung berbagai penelitian astrofisika,” tambahnya.

>>> Peneliti Westlake University Ciptakan Alat Genggam Deteksi Kanker Paru

Rilis data simulasi FLAMINGO telah dikirimkan ke jurnal Astronomy & Computing pada 28 April 2026 dan juga tersedia melalui server pracetak arXiv.