Studi terbaru Kaspersky mengungkap fakta mengejutkan: hanya 38 persen keluarga di Indonesia yang telah memasang perlindungan keamanan siber menyeluruh pada perangkat digital mereka.

Angka ini menunjukkan masih banyak keluarga yang rentan terhadap serangan siber di tengah meningkatnya aktivitas online.

>>> Poco Gelar Promo Payday Mei 2026, Potong Harga Smartphone Gaming hingga Rp1 Juta

Kebiasaan Keamanan Digital Keluarga

Sebanyak 53 persen responden Indonesia mengaku rutin membahas keamanan online dengan anggota keluarga. Namun, hanya 38 persen yang benar-benar mengamankan seluruh perangkat.

Meski lebih tinggi dari rata-rata global (33 persen), angka ini dinilai masih jauh dari ideal.

Sebagian besar responden telah mulai menerapkan langkah proteksi tambahan.

Sekitar 65 persen menyarankan penggunaan password manager, 49 persen mendorong autentikasi multifaktor, dan 50 persen rutin mengecek pengaturan privasi.

>>> 5 HP Baru 2026 dengan Memori Besar dan Baterai Badak Rp2 Jutaan

Namun, masih ada 4 persen responden yang sama sekali tidak melakukan langkah perlindungan digital bagi keluarganya.

Kelompok Rentan dan Pentingnya Manajer Digital

Kaspersky menemukan kelompok usia lanjut menjadi yang paling rentan. Secara global, sekitar 21 persen responden berusia di atas 55 tahun tidak mengambil tindakan keamanan apa pun.

Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, Marina Titova, menekankan pentingnya peran "Family Digital Manager". Anggota keluarga ini bertugas memastikan keamanan perangkat dan aktivitas online seluruh anggota.

"Semakin kita terhubung, semakin dalam kita terperangkap dalam jaringan gawai dan layanan daring," ujar Titova dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

>>> Xiaomi Peringatkan Kenaikan Biaya Memori Dongkrak Harga Smartphone

Setiap perangkat baru dan setiap jam tambahan online memperluas area permukaan yang bisa diserang pelaku kejahatan siber.