Kenaikan harga komponen memori yang terus berlanjut diprediksi akan memicu lonjakan harga smartphone di pasar global dalam beberapa tahun ke depan.

Lonjakan biaya produksi tersebut mendorong produsen mengimbau konsumen agar segera memperbarui perangkat mereka tanpa menunda.

>>> Soundcore Liberty 5 Pro Resmi Meluncur, Raih Rekor Dunia untuk Kualitas Panggilan

Kondisi pasar yang tertekan ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Xiaomi, Lei Jun, saat berbicara dalam peluncuran Xiaomi 17 Max pekan lalu.

Informasi mengenai tren kenaikan biaya produksi industri ponsel pintar ini dilansir dari Detik iNET.

Penjelasan mengenai pembengkakan biaya produksi gawai tersebut juga dikonfirmasi oleh internal manajemen perusahaan.

Melalui tayangan langsung di media sosial baru-baru ini, Presiden Xiaomi Group Lu Weibing turut memproyeksikan lonjakan harga pada lini ponsel premium buatan vendor asal China.

>>> Apple Resmi Jual MacBook Pro M5 di Indonesia, Harga Mulai Rp48 Juta

Komponen yang lebih mahal telah berdampak nyata pada harga jual gawai di China sejak Maret 2025 dengan kenaikan berkisar antara 200 hingga 400 yuan.

Lu Weibing mengklaim kenaikan harga memori masih akan berlangsung setidaknya sampai akhir tahun 2027, bahkan berpotensi molor hingga tahun 2028.

Sebagai informasi, harga beberapa ponsel premium dari vendor China diperkirakan akan menembus angka 10.000 yuan atau sekitar Rp 26,2 jutaan pada akhir tahun ini.

>>> Nuu Mobile Luncurkan B40 5G dengan Layar Sekunder Vista Display

Industri smartphone secara keseluruhan kini mulai merasakan dampak signifikan dari ketidakstabilan pasokan komponen tersebut.