Seorang karyawan magang berhasil mengalahkan robot humanoid generasi terbaru buatan Figure AI, F. 03, dalam kompetisi adu ketangkasan fisik.

Kemenangan ini diraih dalam tantangan menyortir barang.

>>> Kemenkomdigi: Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Jadi Game Changer Akses Digital

Kompetisi Man vs. Machine

Kompetisi bertajuk "Man vs. Machine" ini diselenggarakan langsung oleh Figure AI. Seorang karyawan magang bernama Aime diadu dengan robot F.

03 untuk menyortir paket di gudang logistik selama 10 jam penuh.

Keduanya ditugaskan mendeteksi barcode, mengambil paket, dan meletakkannya di atas ban berjalan dengan posisi barcode seragam. Hasil akhir menunjukkan keunggulan tipis bagi manusia dengan selisih 192 paket.

Aime sukses menyortir 12.924 paket dengan kecepatan rata-rata 2,79 detik per paket. Sementara itu, robot F.

03 menyelesaikan 12.732 paket pada kecepatan rata-rata 2,83 detik per paket.

Persaingan berlangsung sengit. Robot F.

03 sempat menyalip perolehan Aime di sekitar jam kelima karena Aime harus pergi ke toilet. Namun, ia mampu mengejar ketertinggalan kembali.

Kemenangan dengan Harga Mahal

Meski menang, keberhasilan tersebut dibayar mahal dengan kelelahan fisik.

CEO Figure AI, Brett Adcock, membeberkan bahwa Aime hampir mengalami patah tulang lengan bawah akibat gerakan menyortir barang berat dan berulang selama 10 jam.

>>> Win Metawin Gelar Fanmeeting Solo di Jakarta Agustus 2026

Melalui unggahan di media sosial X, Adcock memberi selamat kepada Aime. Namun, ia juga melontarkan peringatan terkait masa depan persaingan manusia dengan AI.

"Skor akhir: F. 03: 12.732 paket, Aime: 12.924 paket.

Ini adalah kali terakhir seorang manusia akan pernah menang," tulis Adcock.

F.

03 merupakan robot humanoid teranyar dari Figure AI yang dirancang untuk bekerja bersama manusia di pabrik hingga rumah tangga.

Robot ini digerakkan oleh kecerdasan buatan bernama Helix AI.

Ancaman Otomatisasi Pekerja Kantoran

Kemenangan tipis Aime kontras dengan nasib pekerja kantoran berbasis pengetahuan. Peranti lunak AI generatif sudah sukses menggantikan pekerjaan kerah putih secara nyata.

CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, memprediksi AI akan mengotomatisasi sebagian besar pekerjaan profesional dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.

Sektor yang rentan mencakup pengacara, akuntan, manajer proyek, hingga tenaga pemasaran.

>>> Terpopuler: Isu Mundurnya Sunan Kalijaga di Kasus Erin hingga Mahalini Spill Tipis Wajah Anak

"Pekerjaan kerah putih, di mana Anda duduk di depan komputer, baik sebagai pengacara, akuntan, manajer proyek, atau orang pemasaran, sebagian besar tugas tersebut akan sepenuhnya diotomatisasi oleh AI dalam 12 hingga 18 bulan ke depan," kata Suleyman.