Indonesia Sapu Bersih Gelar Speed Climbing di Chamonix, Leonardo Kembali ke Puncak
Indonesia berhasil menyapu bersih gelar speed climbing pada seri World Climbing Series di Chamonix, Prancis, Sabtu (11/7/2026).
Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi juara di nomor putri, sementara Veddriq Leonardo merebut mahkota di nomor putra.
>>> Apple Gugat OpenAI, Tuduh Curi Rahasia Dagang untuk Kembangkan Perangkat AI
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Leonardo sejak ia meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.
Desak Pertahankan Gelar
Desak meraih gelar World Climbing Series keduanya secara beruntun setelah sebelumnya menang di Krakow pekan lalu.
Di final, ia mengalahkan Giulia Randi dari Italia dengan catatan waktu 6,22 detik, unggul atas Randi yang mencatat 6,51 detik.
Capucine Viglione dari Prancis meraih medali perunggu di hadapan pendukungnya sendiri, medali pertamanya di World Climbing Series.
Viglione mengalahkan Isis Rothfork dari Amerika Serikat dalam perebutan medali perunggu dengan waktu 6,41 detik berbanding 6,53 detik.
Kompetisi putri diwarnai sejumlah kejutan.
Pendaki China tersingkir di babak pertama final, sementara pemegang rekor dunia Emma Hunt gugur di perempat final setelah dikalahkan Randi.
Randi kemudian melaju ke final pertamanya di World Climbing Series.
>>> Kuasa Hukum Roy Suryo Desak Polisi Periksa Dugaan Bunker Uang di Rumah Jokowi
"Saya sangat senang. Malam ini saya tampil terbaik dan menikmatinya," kata Desak.
"Saya senang mendapatkan emas ini untuk negara dan tim saya."
Leonardo Kembali ke Puncak
Di nomor putra, Leonardo menyelesaikan perjalanan emosional kembali ke puncak setelah cedera membatasinya sejak Olimpiade Paris.
Mantan pemegang rekor dunia ini melewati undian yang sulit.
Ia mengalahkan Samuel Watson dari AS dan pemegang rekor dunia saat ini, Zhao Yicheng, sebelum mengalahkan Antasyafi Robby Al Hilmi di final sesama Indonesia dengan waktu 4,89 detik.
"Saya merasa hebat. Saya bersyukur.
Ini medali emas pertama saya setelah Olimpiade dan butuh waktu lama untuk mendapatkannya," ujar Leonardo.
Medali perunggu diraih Ryo Omasa dari Jepang yang mengalahkan Zhao dalam salah satu balapan terketat kompetisi ini.
>>> PKH Tahap 3 Juli 2026 Mulai Disalurkan, Ini Jadwal dan Nominal Bantuan
Keduanya mencatat waktu 4,70 detik, tetapi Omasa menang dengan selisih tiga per seribu detik, 4,701 berbanding 4,704.
Update Terbaru
Prabowo: Yang Ragu Duduk di Rumah Saja, yang Bilang Suram Silakan Cari Negara Lain
Minggu / 12-07-2026, 20:22 WIB
Minisforum Rilis MS-03, Mini PC Enterprise dengan Intel Core Ultra 9 386H dan Dukungan GPU Diskrit
Minggu / 12-07-2026, 20:22 WIB
YouTuber Ms Rachel Bela Murid TK Berhijab Usai Trump Bagikan Video
Minggu / 12-07-2026, 20:21 WIB
Bianglala Pasar Malam di Deliserdang Rusak, 30 Pengunjung Terjebak
Minggu / 12-07-2026, 20:11 WIB
Korban Tewas Kecelakaan di Indramayu Bertambah Jadi 10 Orang
Minggu / 12-07-2026, 20:11 WIB
Veddriq dan Desak Rita Ungkap Rasa Syukur Usai Raih Emas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026
Minggu / 12-07-2026, 20:09 WIB
Prabowo Targetkan Pendapatan Petani-Nelayan Naik Rp202 Triliun Lewat Kopdes Merah Putih
Minggu / 12-07-2026, 20:09 WIB
Satu Tentara Angkatan Laut Iran Tewas dalam Serangan AS ke Pelabuhan Jask
Minggu / 12-07-2026, 20:08 WIB
Hasil MotoGP Jerman 2026: Marquez Juara Tanpa Kesulitan
Minggu / 12-07-2026, 20:08 WIB
Jual Sabu, Dua Personel Polres Samosir Ditangkap
Minggu / 12-07-2026, 20:08 WIB
Klasemen MotoGP 2026: Marquez Meroket ke Peringkat Ketiga Usai Juara GP Jerman
Minggu / 12-07-2026, 20:08 WIB
Blue Lock Chapter 354: Recap dan Jadwal Rilis
Minggu / 12-07-2026, 20:08 WIB
Dehidrasi di Malam Hari? Ini Dampaknya pada Ereksi dan Lubrikasi
Minggu / 12-07-2026, 19:57 WIB
Kalah di Piala Dunia, Pemain Kolombia Dapat Ancaman Pembunuhan
Minggu / 12-07-2026, 19:57 WIB







