Kualitas embrio menjadi faktor penentu keberhasilan program kehamilan melalui metode bayi tabung atau IVF.

Asupan nutrisi yang tepat dari konsumsi daging merah secara rutin dapat meningkatkan kualitas embrio secara signifikan.

>>> Pakar Psikologi UGM: Orangtua Perlu Latih Kemampuan Mendengarkan Anak

Pola makan ini disarankan dilakukan setidaknya dua minggu hingga dua bulan sebelum pasien memulai perawatan fertilitas.

Baik pria maupun wanita wajib memperhatikan asupan makanan karena nutrisi tidak hanya memengaruhi sel telur tetapi juga kualitas sperma.

Pentingnya Mineral dan Protein

Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. OG, Subsp.

F. E.

R. , menjelaskan pentingnya kandungan mineral dalam asupan tersebut.

"Protein sangat dibutuhkan. Dalam fertilisasi in vitro, mineral dan zinc sangat penting untuk pembuahan, kalsium juga sangat penting," ujarnya.

Dokter akan menyesuaikan kebutuhan protein, kalsium, zinc, dan mineral berdasarkan kondisi pasien, terutama yang memiliki riwayat kegagalan pembuahan.

>>> The All American Rejects Kritik Mahalnya Tiket Konser Modern

Berat badan ideal juga harus dijaga karena obesitas atau terlalu kurus kurang baik untuk kualitas sel telur.

Batasan Konsumsi untuk Pasien Endometriosis

Dokter spesialis kandungan subspesialis fertilitas, Dr. dr. Gita Pratama, Sp. OG, Subsp.

F. E.

R. , mengingatkan agar konsumsi daging merah tidak berlebihan, khususnya bagi pasien dengan riwayat endometriosis.

"Pasien dengan endometriosis memiliki kecenderungan peningkatan faktor inflamasi jika mengonsumsi daging merah terlalu banyak," jelasnya.

Kombinasi protein hewani seperti ayam, ikan, dan telur dengan protein nabati berupa tempe serta tahu sangat disarankan.

Asupan serat yang cukup juga harus dipenuhi untuk mencegah abnormalitas usus yang dapat memicu inflamasi.

>>> Hakim Vonis Asisten Matthew Perry Tiga Tahun Lima Bulan Penjara

Metode Pengolahan yang Tepat

Para pakar melarang daging diolah dengan cara dibakar atau digoreng hingga kering (deep fried). Aturan ini diterapkan untuk menjaga kualitas DNA agar tidak rusak saat proses pembuahan.