Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Rabu (27/5/2026). Logam mulia ini menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir.

Nilai emas di pasar spot ditutup merosot 1,13 persen ke angka US$ 4.456,46 per ons troi.

>>> Investor Efek Syariah Tembus Empat Juta, Naik 35 Persen

Angka tersebut merupakan titik terendah sejak akhir Maret lalu.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga ikut jatuh. Harganya turun 1,03 persen dan menetap di posisi US$ 4.488,5 per ons troi.

Penyebab Penurunan

Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Lonjakan inflasi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicunya.

Eskalasi konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran berdampak besar. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak.

Hal ini memicu kecemasan inflasi global. Bank Sentral AS diprediksi akan merespons dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menjelaskan kondisi tersebut. "Awalnya sempat ada optimisme, tetapi karena konflik terus berlarut-larut, optimisme itu mulai memudar," ujarnya.

>>> Aplikasi Gamee Hadiahi Pemain Total 10.000 Dolar AS Lewat Undian Mingguan

Peter Grant menambahkan bahwa perang yang sedang berlangsung memperluas kekhawatiran inflasi global. Meskipun emas kerap menjadi aset lindung nilai, suku bunga tinggi membuat daya tariknya melemah.

Pergerakan harga sempat tertahan saat televisi pemerintah Iran menyiarkan kabar pemulihan pelayaran di Selat Hormuz dalam satu bulan.

Hal ini terkait kesepakatan dengan AS yang mencakup penarikan pasukan Washington.

Di sisi lain, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari menyatakan bank sentral harus tetap fokus mengendalikan risiko inflasi yang mulai merangkak naik.

Dampak pada Logam Mulia Lain

Penurunan harga tidak hanya melanda emas. Harga perak spot turut anjlok 3,2 persen menjadi US$ 74,46 per ons troi.

Bank of America memproyeksikan perak bisa menembus US$ 100 ke depan. Sementara itu, platinum melemah 2,1 persen ke level US$ 1.916,90.

>>> Aplikasi DANA Batasi Fitur Berbagi Saldo Maksimal 24 Jam

Palladium mencatat kenaikan tipis sebesar 0,1 persen ke posisi US$ 1.386,47 per ons troi.