Anda hanya harus percaya pada diri sendiri. Ada banyak fase.

Saya cedera lalu saya mengalami hal itu dengan Milan," ujar Mateta.

Pemain asal Prancis tersebut langsung mengalihkan fokusnya untuk mempercepat pengembalian kebugaran agar dapat segera merumput kembali bersama skuad The Eagles sejak Maret.

"Setelah saya berpikir, saya akan menjalani operasi, tetapi kemudian tidak ada operasi. Setelah itu, saya harus kembali.

Saya hanya realistis. Ketika saya tahu itu berakhir dengan Milan, saya tahu saya harus kembali," kata Mateta.

Konsistensi performa Mateta setelah pulih dari cedera akhirnya memikat pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, yang kemudian memanggilnya masuk ke dalam skuad resmi untuk ajang Piala Dunia.

"Ketika tidak ada operasi, saya tahu saya harus kembali lebih awal di kepala saya dan bekerja keras. Ada striker baru, jadi ada persaingan.

Ini hanya sepak bola. Saya bukan yang pertama mengalami ini dan saya tidak akan menjadi yang terakhir.

>>> Catania Kalahkan Ascoli Lewat Gol Tunggal Caturano di Semifinal Playoff

Saya suka tekanan. Saya suka orang-orang berpikir ini sudah selesai padahal belum," tegas Mateta.

Pemanggilan ke skuad Les Bleus ini menjadi lonjakan karier yang signifikan bagi Mateta setelah menjalani debut internasional perdana bersama Prancis pada Oktober 2025.

"It means a lot of things," ungkap Mateta.

Ia mengaku sangat emosional dan tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas kesempatan berlaga di turnamen sepak bola paling bergengsi antarnegara tersebut.

"I don't have the words. It's a dream.

Everyone dreams of playing at the World Cup and they called me. I hope we go there to win," tutur Mateta.