Ferrari dilaporkan menerapkan sanksi berat kepada media yang membocorkan informasi tentang mobil listrik terbarunya, Luce.

Denda mencapai €600.000 atau sekitar $700.000 (Rp11 miliar) bagi pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran.

>>> Audi R8 Kembali? CEO Beri Kode Kuat dengan Teknologi Lamborghini

Langkah ini diungkapkan oleh YouTuber Shmee, yang nama aslinya Tim Burton, dalam video setelah acara peluncuran Luce di Roma.

Ia menggambarkan suasana peluncuran lebih mirip operasi intelijen daripada acara supercar glamor.

Kebijakan denda besar ini jarang terjadi di industri otomotif. Biasanya, klausul penalti untuk akses awal media hanya sepersepuluh dari jumlah tersebut.

Alhasil, untuk pertama kalinya tidak ada bocoran foto mobil baru di media sosial 24 jam sebelum debut resmi.

Pengawasan Ketat Selama Pratinjau

Saat jurnalis tiba di lokasi acara, ponsel dan laptop mereka disegel dengan stiker keamanan. Media tidak diizinkan menggunakan kru atau peralatan kamera sendiri.

Ferrari menyediakan kru, mengontrol rekaman, dan baru merilis klip sesaat sebelum embargo berakhir.

>>> Uji Coba Lexus ES 2026 Hybrid dan EV: Satu Versi Jelas Lebih Unggul

Jurnalis hanya diberi waktu sekitar 30 menit bersama Luce, dengan staf Ferrari dan perwakilan PR yang mengawasi di dekat mereka.

Akibatnya, banyak kreator konten mengulangi poin resmi daripada memberikan reaksi orisinal.

Kreator Teknologi Dapat Akses Lebih Awal

Shmee juga mengungkapkan bahwa kreator teknologi mendapat akses lebih istimewa. YouTuber seperti Marques Brownlee menghadiri acara terpisah dan bahkan diberi kesempatan mengemudikan Luce.

Sementara itu, jurnalis otomotif tradisional menjadi "gelombang kedua".

Strategi ini masuk akal karena Luce tidak ditujukan untuk penggemar Ferrari lama. Mobil ini dirancang untuk menarik pembeli baru yang mungkin belum pernah mempertimbangkan Ferrari sebelumnya.

>>> Ferrari Luce Dikritik Mantan CEO: Terlalu Jelek, China Pun Tak Akan Meniru

Pendekatan serupa pernah berhasil dengan California dan Purosangue.