“Nanti perpustakaan yang kami dapatkan ini akan dikembangkan menjadi perpustakaan digital,” ungkap Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Sorong, A.

H. P. Ompusunggu.

SMAN 5 Kabupaten Sorong mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1,2 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan ruang administrasi yang bocor, ruang guru, laboratorium sains yang rusak, hingga penambahan satu ruang kelas.

“Di tahun ajaran 2026/2027 nanti, kami bisa menambah satu rombongan belajar (rombel) baru,” tutur Kepala Sekolah SMAN 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies.

Bantuan rehabilitasi fisik tahun 2026 juga menyasar SDN 21 Kabupaten Sorong dengan nilai anggaran Rp1,2 miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk membenahi tiga ruang kelas yang rusak berat, ruang administrasi, serta ruang UKS.

Kepala Sekolah SDN 21 Kabupaten Sorong, Alfina Lewerissa, menyatakan perpustakaan yang didapat akan dikembangkan menjadi perpustakaan digital.

Kondisi geografis dan tantangan struktural berupa keterbatasan fasilitas sanitasi dasar, ketiadaan laboratorium sains, hingga kerusakan gedung sekolah di Papua selama ini menghambat kenyamanan belajar siswa.

Kesenjangan mutu sarana juga menyulitkan tenaga pendidik dalam menerapkan kurikulum modern secara optimal.

>>> J Trust Bank Kembangkan Green Product Banking untuk Dukung Keberlanjutan

Melalui langkah pemenuhan standar pelayanan minimal di wilayah 3T dan daerah rawan bencana, Kemendikdasmen berupaya memangkas disparitas secara bertahap.