Polres Pekalongan Kota Tangkap Pengasuh Ponpes Terkait Dugaan Asusila
Polres Pekalongan Kota mengamankan seorang pengasuh sekaligus pimpinan padepokan di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Pria berinisial AKF tersebut dijemput paksa setelah adanya laporan dari sejumlah santriwati yang menjadi korban dugaan tindakan asusila.
>>> Polres Pekalongan Kota Tangkap Pimpinan Padepokan Terkait Dugaan Asusila Santriwati
AKF dibawa ke kantor polisi dengan mengenakan baju koko dan kopiah putih. Terduga pelaku langsung digiring menuju ruang Satuan Reskrim untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Terduga kami tangkap setelah proses penyelidikan berlangsung cukup panjang terkait laporan sejumlah santriwati yang menjadi korban tindak asusila," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi.
Penanganan perkara ini membutuhkan waktu lama karena para korban sempat mengalami tekanan psikologis dan ketakutan mendalam untuk melapor.
Awalnya para santriwati bersikap sangat tertutup.
Jajaran Reskrim melakukan pendekatan personal ke pihak keluarga hingga akhirnya laporan resmi bersedia dibuat.
Data sementara menunjukkan ada enam orang korban yang berasal dari Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Semarang. Seluruh korban masih di bawah umur.
>>> Juventus Pertahankan Kenan Yildiz demi Proyek Jangka Panjang Klub
Kasus ini mencuat setelah organisasi Yakuza Maneges dari Kediri mendatangi lokasi pondok pesantren sebelum penangkapan.
Kedatangan mereka dipicu oleh banyaknya aduan dari korban melalui pesan singkat dan media sosial.
"Setelah mendapatkan banyak aduan dari para korban melalui media sosial, kami langsung turun ke padepokan untuk memberikan pendampingan terhadap korban yang berani memberikan kesaksian," ujar Perwakilan Yakuza Maneges Eko Ebes.
Eko Ebes menambahkan, lembaganya melakukan validasi laporan sebelum menerjunkan tim pendamping.
Berdasarkan penelusuran mereka, tindakan asusila ini diduga sudah berlangsung lama dengan potensi jumlah korban mencapai 23 hingga 25 santriwati.
Modus terduga pelaku adalah meminta korban memijatnya. Ketika ruangan sepi dan tertutup, tindakan mengarah pada pelecehan seksual dilakukan.
>>> Arsenal Juara Premier League 2025/2026, Patrick Vieira Prediksi Dominasi The Gunners
"Namun sebagian tidak berani terbuka dan baru enam orang yang berani bicara secara terbuka," tutur Eko Ebes.
Update Terbaru
Prancis dan Spanyol Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Argentina Kalahkan Swiss 3-1, Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Badai Dahsyat Padamkan Listrik Ribuan Warga di Arizona Selatan
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Argentina Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Temon Agamanya Apa? Islam Atau Kristen? Inilah Biodata Simson Rarameha Ngadang Komedian Legendaris yang Meninggal Dunia
Minggu / 12-07-2026, 12:19 WIB
120 Menit di Kansas City! Argentina Susah Payah Gilas 10 Pemain Swiss 3-1, Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:17 WIB
Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:17 WIB
Gempa Bongkar Keropos Revolusi Venezuela: Proyek Perumahan Chávez Runtuh
Minggu / 12-07-2026, 12:16 WIB
Throuple: Antara Cinta Bertiga dan Risiko Kecemburuan
Minggu / 12-07-2026, 12:16 WIB
Kasus Febrie Adriansyah dan Rusaknya Hukum Bisa Runtuhkan Kepercayaan Investor
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
BNI Tebar Promo di Puspa Nuswantara 2026, Dorong Transaksi Digital UMKM Batik
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Wamenkomdigi Ajak Keluarga Hidupkan Budaya Menonton Bersama demi Ruang Digital Aman
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Polisi Buru 15 Pelaku Pemerkosaan Remaja di Sampang, Berawal dari Kecurigaan Orang Tua
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Nam Joo Hyuk Alami 'Keracunan Air' Saat Syuting Drakor The East Palace
Minggu / 12-07-2026, 12:12 WIB







