Polres Pekalongan Kota Tangkap Pimpinan Padepokan Terkait Dugaan Asusila Santriwati
Polres Pekalongan Kota menangkap pimpinan sekaligus pengasuh padepokan di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, berinisial AKF, pada Rabu (27/5).
Penangkapan dilakukan setelah kepolisian menerima laporan dari sejumlah santriwati yang menjadi korban dugaan tindak asusila di lingkungan lembaga tersebut.
>>> KKH Singapura: 4 dari 10 Wanita Usia Menopause Alami Vaginal Atrophy
Tersangka AKF yang mengenakan baju koko dan kopiah putih langsung digiring ke ruang Satuan Reskrim untuk menjalani pemeriksaan intensif sekitar pukul 06.30 WIB.
Kepala Polres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi membenarkan penangkapan tersebut.
"Benar, terduga kita tangkap setelah proses penyelidikan berlangsung cukup panjang terkait laporan sejumlah santriwati yang menjadi korban tindak asusila," kata Riki Yariandi.
Proses penyelidikan sempat mengalami hambatan karena faktor psikologis para korban. Rasa takut dan tekanan membuat mereka enggan melapor.
"Proses pengusutan terhadap kasus dugaan asusila ini berlangsung cukup panjang, karena para korban sebelumnya mengalami tekanan dan ketakutan untuk melapor," ujar Riki Yariandi.
Pihak kepolisian kemudian mengubah strategi dengan mendekati pihak keluarga secara personal. Langkah ini berhasil menumbuhkan keberanian korban untuk melapor.
"Pada awalnya para korban asusila tersebut sangat tertutup, sehingga diperintahkan kepada jajaran Reskrim untuk melakukan pendekatan secara person to person kepada keluarga korban hingga akhirnya ada beberapa korban yang bersedia memberikan laporan resmi," kata Riki Yariandi.
Hingga saat ini, data kepolisian mencatat ada enam santriwati yang berstatus sebagai korban resmi.
Para korban mayoritas masih berusia di bawah umur dan berasal dari berbagai wilayah seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Semarang.
"Berdasarkan catatan kepolisian sementara, ada enam korban berasal dari berbagai daerah seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Semarang dengan rata-rata berusia di bawah umur telah melaporkan telah menjadi korban tindak asusila oleh pelaku," ujar Riki Yariandi.
Update Terbaru
Prancis dan Spanyol Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Argentina Kalahkan Swiss 3-1, Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Badai Dahsyat Padamkan Listrik Ribuan Warga di Arizona Selatan
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Argentina Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:21 WIB
Temon Agamanya Apa? Islam Atau Kristen? Inilah Biodata Simson Rarameha Ngadang Komedian Legendaris yang Meninggal Dunia
Minggu / 12-07-2026, 12:19 WIB
120 Menit di Kansas City! Argentina Susah Payah Gilas 10 Pemain Swiss 3-1, Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:17 WIB
Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 12:17 WIB
Gempa Bongkar Keropos Revolusi Venezuela: Proyek Perumahan Chávez Runtuh
Minggu / 12-07-2026, 12:16 WIB
Throuple: Antara Cinta Bertiga dan Risiko Kecemburuan
Minggu / 12-07-2026, 12:16 WIB
Kasus Febrie Adriansyah dan Rusaknya Hukum Bisa Runtuhkan Kepercayaan Investor
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
BNI Tebar Promo di Puspa Nuswantara 2026, Dorong Transaksi Digital UMKM Batik
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Wamenkomdigi Ajak Keluarga Hidupkan Budaya Menonton Bersama demi Ruang Digital Aman
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Polisi Buru 15 Pelaku Pemerkosaan Remaja di Sampang, Berawal dari Kecurigaan Orang Tua
Minggu / 12-07-2026, 12:14 WIB
Nam Joo Hyuk Alami 'Keracunan Air' Saat Syuting Drakor The East Palace
Minggu / 12-07-2026, 12:12 WIB







