>>> Bumi Resources Gelar RUPST Juni 2026, Laba Bersih Naik 20,1%

Sebelum penangkapan, organisasi Yakuza Maneges asal Kediri, Jawa Timur, sempat mendatangi lokasi padepokan.

Organisasi tersebut bergerak setelah menerima banyak aduan dari para korban melalui pesan singkat dan media sosial.

"Setelah mendapatkan banyak aduan dari para korban melalui media sosial, kami langsung turun ke padepokan yang juga merupakan pondok pesantren untuk memberikan pendampingan terhadap korban yang berani memberikan kesaksian," ujar Perwakilan Yakuza Maneges Eko Ebes.

Tim organisasi melakukan validasi informasi sebelum mendampingi korban hingga kasus ini mencuat ke publik.

Dari hasil penelusuran awal, aksi asusila ini disinyalir telah berlangsung lama dan diduga jumlah total korban bisa mencapai 23 hingga 25 orang santriwati.

"Setelah melakukan validasi terhadap laporan asusila ini, diturunkan tim untuk memberikan pendampingan hingga terungkapnya kasus itu.

Tindak asusila diduga sudah berlangsung cukup lama dan jumlah santriwati yang diduga menjadi korban bisa mencapai 23-25 orang," ujar Eko Ebes.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus menyuruh santriwati memijatnya. Ketika situasi ruangan sepi dan tertutup, pelaku mulai melancarkan tindakan pelecehan seksual.

"Modus dugaan asusila ini berdasarkan pengakuan para korban awalnya diminta melakukan pijat, lalu dalam kondisi sepi dan tertutup pelaku diduga meminta korban melakukan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.

>>> Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pusat Perdagangan Kelas Dunia

Namun sebagian tidak berani terbuka dan baru Kami enam orang yang berani bicara secara terbuka," ujar Eko Ebes.