Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Boni Pudjianto menekankan pentingnya peran aktif guru dan orang tua dalam mendampingi anak di ruang siber.

Hal ini disampaikan dalam acara Literasi Digital Hari Pendidikan Nasional di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

>>> Ulama Larang Puasa Hari Tasyrik Kecuali Dua Golongan Ini

Menurut Boni, tantangan era digital semakin kompleks dengan ancaman hoaks dan manipulasi konten kecerdasan artifisial.

"Bapak/Ibu guru harus membagikan kepada anak didik mengenai bagaimana kita bisa membedakan hal-hal positif dan negatif, khususnya informasi yang tidak benar," ujar Boni.

Tenaga pendidik kini mengalami pergeseran fungsi dari sekadar penyampai ilmu menjadi pemegang kunci strategis pembentuk karakter anak.

Boni berharap pendampingan intensif mampu membangun budaya digital yang sehat, etis, dan bertanggung jawab.

>>> Naomi Osaka Pukau French Open dengan Gaun Emas Terinspirasi Menara Eiffel

"Inklusivitas bukan hanya menghadirkan konektivitas atau akses, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berpartisipasi, berekspresi, dan terlindungi di ruang digital," tegasnya.

Transformasi digital nasional harus berjalan selaras dengan upaya perlindungan anak agar ruang digital tetap ramah anak, inklusif, dan berkeadilan.

Langkah pencegahan ini menjadi urgensi nasional seiring masifnya penetrasi internet dan durasi penggunaan gawai pada anak yang belum diimbangi literasi digital memadai.

>>> Liverpool Incar Yan Diomande sebagai Pengganti Mohamed Salah

Kemudahan akses teknologi AI generatif juga memicu maraknya konten deepfake dan disinformasi yang mengancam anak-anak, mulai dari perundungan siber hingga kejahatan siber.