Maraknya Take Down Karya Jurnalistik Ancam Kebebasan Pers
Maraknya permintaan penghapusan konten atau take down terhadap produk jurnalistik dinilai tidak boleh dilakukan sembarangan. Praktik ini berpotensi berbenturan dengan kemerdekaan pers dan hak publik untuk memperoleh informasi.
Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk "Penghapusan Konten Digital vs Kemerdekaan Pers" yang digelar Rumah Literasi Digital (RLD) bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) di Hanaka Social Space, Surabaya, Jumat (10/7/2026) malam.
>>> Tim Merlier Menang di Etape 7 Tour de France, Pogacar Tetap di Puncak
Pengelolaan Reputasi Digital yang Etis
Web Development Rumah Literasi Digital, Fatchur Rohman, menegaskan bahwa reputasi digital kini menjadi faktor penting dalam penilaian masyarakat.
Pengelolaan reputasi sebaiknya dilakukan secara etis, misalnya dengan memperkuat konten positif atau mengajukan permohonan kepada redaksi sesuai prosedur.
"Pengelolaan reputasi digital seharusnya dilakukan melalui mekanisme yang benar, bukan dengan intervensi terhadap karya jurnalistik.
Pihak di luar ekosistem pers tidak semestinya menentukan nasib sebuah berita tanpa melalui proses keredaksionalan," tegas Fatchur.
Ia juga mengingatkan adanya praktik pelaporan kepada penyedia layanan web hosting yang berpotensi membuat situs media ditangguhkan, meski konten yang dipersoalkan merupakan produk jurnalistik.
Mekanisme Penghapusan Konten Berbeda
Ketua Tim Tata Kelola Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jatim, Aulia Bahar Purnama, menjelaskan bahwa permintaan penghapusan informasi di ruang digital memiliki mekanisme berbeda tergantung jenis kontennya.
Permintaan penghapusan data pribadi tidak dapat disamakan dengan penghapusan karya jurnalistik yang diatur dalam Undang-Undang Pers.
"Dalam konteks pemberitaan pers, mekanismenya berbeda.
Penyedia hosting tidak memiliki kewenangan menghapus berita tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan ketentuan yang mengatur kerja pers," ujar Aulia.
Update Terbaru
Blue Jays Hadapi Padres di Petco Park, Yesavage vs Buehler
Sabtu / 11-07-2026, 12:42 WIB
Esther González Cetak Dua Gol, Gotham FC Raih Kemenangan Bersejarah ke-100
Sabtu / 11-07-2026, 12:42 WIB
Dwayne Johnson Akui Ambil Properti Jumanji Asli untuk Hormati Robin Williams
Sabtu / 11-07-2026, 12:42 WIB
Anya Taylor-Joy Tampil Memukau dengan Gaun Tom Ford di London
Sabtu / 11-07-2026, 12:40 WIB
Shohei Ohtani Batal Tanding karena Radang Lutut, Tetap Jadi DH
Sabtu / 11-07-2026, 12:40 WIB
Ramalan Zodiak 11 Juli: Aria Tata Ulang Keuangan, Taurus Tersenyum
Sabtu / 11-07-2026, 12:40 WIB
Film 'Odyssey' Karya Christopher Nolan Picu Kontroversi Elon Musk dan Budayawan
Sabtu / 11-07-2026, 12:36 WIB
PM Baru Inggris Butuh Menteri Luar Negeri Hebat dan Kemampuan Merangkul Negara Sepaham
Sabtu / 11-07-2026, 12:36 WIB
5 Game Penghasil Uang Terbaru 2026, Cara Cepat Saldo Dana
Sabtu / 11-07-2026, 12:35 WIB
Cara Cepat Klaim Saldo DANA 20 Ribu Gratis Secara Resmi Tahun 2026
Sabtu / 11-07-2026, 12:35 WIB
Kadin Jabar Perluas Akses Perdagangan dan Investasi Lewat SIBS@ASEAN 2026
Sabtu / 11-07-2026, 12:35 WIB
Toko Daging Nusantara Buka Gerai ke-40, Jangkau 5 Provinsi
Sabtu / 11-07-2026, 12:35 WIB
Kaspersky: Ancaman Siber di Asia Tenggara Makin Kompleks, Indonesia Catat Jutaan Serangan
Sabtu / 11-07-2026, 12:31 WIB
Lalamove Gelar Driver Academy untuk Tingkatkan Kualitas SDM Logistik
Sabtu / 11-07-2026, 12:31 WIB







